Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Unhas ‘’Buka Kelambu’’

Konsep Universitas Hasanuddin sebagai perguruan berbadan hukum sudah digaungkan sejak Prof.Dr.Ir.Radi A.Gany memimpin Unhas. Hajat ini kemudian ‘memanas’ dan berlangsung pada masa Prof.Dr.dr.Idrus A.Paturusi. Realisasinya dalam bentuk seperti orang main bola, ‘’kick off’’ ketika Unhas dipimpin Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A.

‘’Unhas sudah lama siap. Hari ini adalah starting point  membuka kelambu,’’ kata Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu dalam laporan kinerjanya pada ‘’kick off’’ Unhas sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) yang dihadiri Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, di Ruang Senat Unhas, Senin (16/1) pagi.

Unhas memilih menjadi PTN BH tentu karena ada hal yang menarik. Guna mencapai target meningkatkan kualitas perlu ada lompatan besar. Dulu Unhas harus melalui standar operating procedure (SOP), sehingga inovasi dan regulasi kerap menjadi kendala.

‘’Untuk membuka prodi bias dilakukan sesuai demand (permintaan),’’ kata Dwia Aries Tina Pulubuhu saat mendampingi Menristekdikti Muh.Nasir memberikan nketerangan pers  di Lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, Senin (16/1) siang.

Pada tahun lalu, Unhas menjadi PTN kedua terbesar yang terbanyak diminati calon mahasiswa baru. Prestasi ini juga memengaruhi prestasi akademik mahasiswa Unhas menjadi kian baik. Dalam hal indeks prestasi, untuk S-1 rata-rata 3,30, S-2 3,70, dan S-3 rata-rata IPK-nya 3,80. Mahasiswa yang drop out (DO) – gagal studi – persentasenya juga turun menjadi 1,29% tahun lalu, sebelumnya mencapai 2,50%.

Produktivitas dosen juga membaik, Publikasi Unhas melampaui target, 1000 publikasi pada tahun 2018 yang dipatok, hingga tahun 2016 sudah tercapai menjadi 1.041 publikasi. Bahkan hingga Januari 2017, angka sudah mencapai 1.071 publikasi.

Paten Unhas juga meningkat, dari 41 paten, kini sudah mencapai 79. Pada tahun 2016, sebanyak 82% dosen terlibat meneliti, sementara yang disyaratkan 45%, sehingga mengantar Unhas berada di peringkat IV dalam indikator penelitian secara nasional.

Dengan PTN BH, kata Dwia, Unhas membidik universitas kelas dunia. Sebanyak 80% program studi dibidik mencapai terakreditasi A. Saat ini prodi S-1 yang terakreditasi A 57%, tahun 2017 bisa mencapai 60%. Ada tujuh program studi pada tahun 2017 diharapkan dapat akreditasi internasional dan ASEAN University Network (AUN). Berikutnya didaftar tiga prodi lagi, sehingga – Insya Allah – tercatat 10 prodi yang masuk akreditasi internasional. Untuk kelas internasional, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang dipersiapkan program double degree dengan Griffith University Australia..

Saat ini Unhas memiliki 1.863 dosen, 53% berkualifikasi S-3. Dalam dua-tiga tahun mendatang persentase dosen yang S-3 ditargetkan 70%. Sebanyak 278 dosen menjabat guru besar. Tahun lalu, Unhas termasuk PTN paling produktif ‘’menghasilkan’’ guru besar (18 orang) setelah UI yang mencapai 20 orang. Tenaga kependidikan (tendik) Unhas 1.131 orang.

SPP Tidak NaikU

Seolah menjawab kekhawatiran publik, terutama mahasiswa, Dwia menegaskan, selama dia memimpin Unhas tidak ada kesangsian dengan UKT yang berlaku sekarang. Unhas akan berusaha mencari dana lain di luar UKT, misalnya dengan mengembangkan kerja sama kemitraan dengan berbaik pihak, mengembangkan unit-unit usaha yang kelak dipayungi PT Inovasi Benua Maritim yang sahamnya dipegang Unhas, KPN Unhas, dan IKA Unhas.

‘’Tidak ada kenaikan SPP, sebab mahasiswa Unhas kebanyakan berasal dari wilayah Timur Indonesia yang juga termasuk daerah pinggiran,’’ sebut Dwia.

Mahasiswa Unhas sekitar 32% menerima UKT Kelompok II antara Rp 600.000-Rp 700.000, UKT III berkisar Rp 1.700.000 – Rp 2.000.000 berkisar 28%. UKT V hanya berkisar 20% bagi orangtua mahasiswa yang mapan dan dapat berkontribusi besar bagi mahasiswa yang tidak mampu. Padatahun 2014, sekitar 30-40% mahasiswa menerima beasiswa dari berbagai sumber.

 

Tahun 2016 merupakan masa sulit bagi kelangsungan berbagai pembangunan sarana dan prasarana (sarpras), karena tidak tersedianya dana APBN untuk PTN. Sebanyak Rp 47 Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Unhas diarahkan menyelesaikan gedung-gedung yang mangkrak dan bangunan baru. (*). 

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia