Bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Unhas, Kementrian BUMN menggelar kuliah Umum “BUMN Hadir di Kampus Universitas Hasanuddin”, Sabtu (28/10). Acara ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada civitas akademika tentang kondisi perekonimian nasional dan peran strategis BUMN dalam pembangunan ekonomi nasional. Sekaligus dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan BUMN Hadir di Kampus yang berlangsung secara serentak di 28 kampus di seluruh Indonesia.
Kuliah Umum ini menghadirkan empat narasumber, yaitu Guru Besar Fakultas Ekonomi Unhas, Prof. H. Marsuki, Ph.D, Direktur Utama PT. Taspen (Persero) Dr. Iqbal Latanro, Direktur Utama PT. PINDAD (Persero) Abraham Mose dan Direktur Utama PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Edy Widarto.
Dalam pemaparan materinya, Profesor Marsuki menjelaskan tantangan dan resiko perekonimian nasional diantaranya inflasi, kesejahteraan masyarakat, nilai tukar dan tingkat penggangguran yang masih tinggi. Sedangkan Iqbal Latanro menjelaskan lebih rinci tantangan yang dihadapi RI saat ini diantaranya pembangunan tidak merata, masih tingginya kemiskinan, infrastruktur dan industri pasar belum berkembang secara baik.
Edi Widarto dalam materinya memaparkan tentang BUMN mendorong konektivitas dan daya saing, BUMN menerangi bumi nusantara dan kesetaraan akses informasi melalui digitalisasi. Terakhir Abraham Mose mengatakan bahwa negera yang kuat adalah negara yang siap perang. Ia mengatakan PT PINDAD adalah industri untuk pertahanan karena industri yang memproduksi peluru, senjata, mobil tank dan lainnya. “ PT PINDAD tidak hanya memproduksi kelengkapan pertahanan tetapi juga memproduksi alat pertanian dan laiinya untuk meningkatan perekonomian masyarakat,” jelasnya.(*)




