Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Gelar Pidato Penerimaan, Unhas Kini Miliki 390 Professor

 
 
Universitas Hasanuddin kembali menambah daftar guru besar atau profesor. Rabu, 17/07, berlangsung Rapat Senat Akademik Universitas Hasanuddin dalam rangka pidato Penerimaan Jabatan Profesor atas nama Prof. Dr. Drs. Bualkar Abdullah, M.Eng., Sc dan Prof. Dr. Tasrief Surungan, M.Sc dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 09.00 Wita di Ruang Senat Unhas, Lt.2 Gedung Rektorat. Rabu (17/07)
 
Dengan penerimaan ini, jumlah guru besar di Unhas kini menjadi 390 orang. Acara pidato penerimaan jabatan Guru Besar dihadiri oleh Rektor Unhas, Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA dan jajaran pimpinan Universitas, Ketua Senat Akademik Unhas, Dewan Profesor, dan sejumlah pimpinan fakultas. Pada jajaran tamu undangan, turut hadir Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof.Dr.H.Husain Syam, M.T, Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Ir.Muhammad Ansar, M.Si.,Ph.D, dan ratusan tamu lainnya.
 
Dalam sambutannya, Rektor Unhas menyebutkan bahwa Unhas menjadi Perguruan Tinggi Negeri dengan jumlah Guru Besar terbanyak yang ada di Indonesia. 
 
“Tentu ini kebanggan tersendiri bagi Unhas. Tapi juga jadi tantangan, karena dengan banyaknya guru besar, tentu seyogyanya akan banyak manfaat yang bisa dihadirkan di masyarakat,” ucap Prof. Dwia.
 
Prof. Dr. Drs. Bualkar Abdullah sebagai guru besar ke-389 dalam pidatonya menjelaskan mengenai judul “Pengembangan Bahan Penyerap Radiasi Gelombang Elektromagnetik Untuk Kemaslahatan Umat Manusia”. 
 
Prof. Bualkar menjelaskan bahwa Paparan Radiasi Gelombang Elektromagnetik dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan tetap berdasar pada konsep ALARA (as low as reasonably achievable) yakni pemanfaatan radiasi semaksimal mungkin dengan resiko seminimal mungkin. Dari radiasi gelombang elektromagnetik dapat dibuat dengan menggunakan bahan komposit yang memiliki koefisien dielektrik ( koefisien penyerapan) dan ketebalan yang biasa di atur sesuai kebutuhan dan bahan penyerap radiasi gelombang elektromagnetik.
 
“Radiasi Elektromagnetik banyak manfaatnya, jika kita pasang ke Masjid, maka handphone yang ada dalam masjid bisa ternon-aktif sebab gelombang radiasinya diserap, jadi sholat lebih khusyu karena semua HP ternon-aktif,” ungkap Prof Bualkar.
 
Sementara Prof. Dr. Tasrief Surungan, M.Sc yang menjelaskan judul mengenai “Studi Perubahan Fase Orde II Untuk Pengembangan Fisika Teoretik dan Penemukenalan Materi Maju Teknologi Masa Depan”. 
 
Dalam pidatonya, Prof. Tasrief menjelaskan terkait kajian teori perubahan fase menggunakan konsep mekanika klasik dan kuantum serta fisika statistik dengan piranti utama metode komputasi.  Menurutnya, kajian ini penting bagi pengembangan material maju, dimana keberadaan dan sifat-sifat material diprediksi tumbuh di laboratorium. 
 
Selain itu, beliau menambahkan bahwa penjelasan teoretik hasil-hasil eksperimen sangat diperlukan agar eksperimen yang dilakukan memiliki dasar ilmiah yang kuat, bukan trial and error. Kajian teoretik juga sangat penting bagi pengembangan teori baru dalam bidang terkait, seperti fisika partikel dan fisika komputasi. 
 
“Saya ingin menggarisbawahi pentingnya strategi pembelajaran yang mengadopsi metode fisika teoretik yang memperhatikan secara seksama why-type question. Diharapkan mampu meningkatkan cara berfikir peserta didik sehingga lebih runtut dan analitik,” jelas Prof.Dr.Tasrief Surungan, guru besar ke-390 Unhas.
 
Rapat Senat Akademik Penerimaan Jabatan Guru Besar berlangsung dalam suasana hikmat hingga pukul 11.30 WITA.(*)
 
Laporan: Mirayanti (Humas Unhas)
Editor : Ishaq Rahman

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia