Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

LP2M Unhas Selenggarakan Pelatihan Reviewer Penelitian Perguruan Tinggi

Universitas Hasanuddin melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) menyelenggarakan Pelatihan Reviewer Penelitian Perguruan Tinggi. Kegiatan ini bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemenristekdikti, Reviewer Nasional, Badan Standarisasi Nasional (BSN), dan LSP Quantum HRM Internasional, berlangsung di Swisbell-Hotel sejak pukul 08.30 WITA, Senin (30/09).
 
Turut hadir Ketua LP2M Unhas (Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M.Si), Kepala BSN (Prof. Dr. Bambang Prasetya, M.Sc), Sekretaris LP2M Unhas (Dr. Ir. Abdul Rasyid J, M.Si) yang juga merupakan ketua panitia, serta 79 peserta yang berasal dari 19 Universitas di Indonesia. 
 
Ketua panitia melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil koordinasi dengan Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti.  “Setelah kami berkomunikasi dengan Dirjen, kami kemudian mengajak beberapa mitra untuk bekerjasama, seperti dari BSN, LSP Quantum, dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemenristekdikti,” kata Abdul Rasyid. 
 
Ketua LP2M Unhas dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta yang berasal dari luar Sulawesi Selatan. Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini untuk mendorong luaran riset yang telah dihasilkan agar menjadi rujukan, tidak hanya di tingkat nasional saja, namun skala Internasional juga.
 
Prof. Alimuddin menjelaskan posisi vital seorang reviewer dalam pelaksanaan riset. Beliau menggarisbawahi dua nilai yang harus dipegang erat oleh seorang reviewer, yaitu kejujuran dan profesionalitas.
 
 
“Reviewer adalah aktor terpenting dalam pelaksanaan riset. Seorang reviewer yang baik tentunya harus memiliki nilai kemanusiaan yang fundamental. Salah satunya adalah kejujuran demi menghasilkan proposal yang baik dan berkualitas. Di sisi lain, reviewer yang baik tentunya harus profesional dan tidak patut apabila mengambil keuntungan, baik itu secara material maupun non-materil, dalam kapasitas sebagai seorang reviewer,” jelas Alimuddin.
 
Kepala BSN, Prof. Dr. Bambang Prasetya, M.Sc, dalam sambutannya menjelaskan pentingnya pengetahuan standarisasi bagi seorang reviewer. Dalam mereview sebuah proposal riset penelitian, seorang reviewer harus mengacu pada pedoman yang dalam penyusunannya mengandung aspek yang telah terstandarisasi.
 
“Untuk menggerakkan bangsa yang besar seperti Indonesia ini tentu perlu untuk menyamakan mindset dan persepsi agar kita sama-sama tahu apa yang sedang kita hadapi. Dalam konteks penelitian, untuk meningkatkan kapasitas kita dalam bekreasi dan meneliti dan tentunya kualitas hasil penelitian, kita harus sama-sama tahu seperti apa proposal yang baik dan diperlukan bagi pembangunan nasional,” jelas Bambang.
 
Pelatihan Reviewer Penelitian Perguruan Tinggi ini direncakan berlangsung hingga Jumat, (04/10).(*)
 

Editor : Ishaq Rahman

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia