Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Rektor Unhas bersama Forum Rektor Indonesia Beri Masukan ke Pemerintah Terkait Situasi Nasional

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA yang merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia (FRI) 2019-2020, bersama jajaran Ketua dan pengurus FRI lainnya diterima oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, di Istana Negara, Rabu (3/10).
 
Pada kesempatan tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, dan Menteri Riset, Tekonologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir.
 
Selain Rektor Unhas, hadir pula Ketua FRI (Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH, M.Hum) yang juga merupakan Rektor Universitas Diponegoro, serta beberapa Rektor Perguruan Tinggi lain.
 
Pada kesempatan itu, FRI menyampaikan pandangan terkait perkembangan situasi bangsa saat ini, terutama yang terkait dengan maraknya aksi unjuk rasa dan demonstrasi mahasiswa serta masyarakat sipil.  Presiden Jokowi meminta agar para Rektor melakukan sosialisasi yang lebih intensif terkait berbagai Rancangan Undang-Undang yang menjadi kontroversi di masyarakat, sehingga mahasiswa dapat memiliki pemahaman.
 
Sementara itu terkait masalah yang sedang hangat di Papua, Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA menjelaskan bahwa FRI memberi masukan agar pendekatan di Papua dilakukan dengan pendekatan kultural melalui pendidikan tinggi.
 
 
“Masalah di Papua sangat kompleks. Presiden meminta bagaimana perguruan tinggi untuk sama-sama membantu Papua. Baik dengan pendekatan pendidikan melalui perguruan tinggi untuk pengembangan Sumber Daya Manusia, maupun pendekatan kultural untuk menaikkan harga diri dan harkat masyarakat Papua,” kata Prof. Dwia.
 
Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Antara, selain menyampaikan perkembangan terkini, FRI juga menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait ketahanan energi, kedaulatan pangan, pengelolaan perguruan tinggi di era teknologi 4.0, serta usulan untuk menggaungkan kembali Pancasila dengan pendekatan dan metode modern.
 
“FRI juga merekomendasikan perlunya model pengelolaan pendidikan multikultur pada berbagai level pendidikan untuk mencegah berkembangnya intoleransi,” kata Prof. Dwia.(*)
 
 
Editor : Ishaq Rahman

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia