Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Prof. Ariel Heryanto Bahas Hubungan Indonesia – Australia pada Masa Penjajahan

Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin kerjasama dengan Australia Consulate General Makassar dan Australia-Indonesia Centre (AIC) menyelenggarakan pemutaran film "Indonesia Calling : Australian Support For Indonesia's Struggle For Independece" sebuah film dokumenter dari Joris Ivens. 
 
Kegiatan yang dirangkaikan dengan "Discussing Nationalism &  Cosmopolitanism" dan menghadirkan Prof. Ariel  Heryanto, FAHA, sebagai fasilitator berlangsung pada pukul 14.00 Wita di Aula Prof. Fachruddin, Sekolah Pascasarjana Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Jumat (22/11).
 
Turut hadir dalam kegiatan, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Unhas (Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D), Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas (Prof. Jamaluddin Jompa, Ph.D), Direktur Australia-Indonesia Centre (Mr. Kevin Evans) beserta jajaran, Konsul Australia di Makassar (Mr. Richard Matthews) dan jajaran. 
 
Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D. Dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan sarana menambah wawasan dan informasi bagi civitas akademik. Selain itu, Prof. Nasrum menyebutkan bahwa kegiatan ini mendukung Unhas menuju World Class University (WCU),  terutama dalam bidang akademik reputation dan international reputation.
 
 
"Dari sisi akademik, nara sumber yang hadir hari ini memiliki keahlian yang tidak diragukan, sehingga kita dapat memperoleh wawasan baru, berbagi pengalaman serta membuka peluang untuk riset kolaborasi dalam meningkatkan kemampuan diri dan memperbarui sumber informasi. Dari sisi internasionalnya, kegiatan seperti ini bisa membuka peluang interaksi dan membangun jaringan," jelas Prof. Nasrum. 
 
Pada kesempatan yang sama, Direktur AIC, Kevin Evans mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kehormatan untuk menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Menurutnya, kegiatan ini bisa memberikan gambaran hubungan bilateral yang terjalin sejak lama antara Indonesia dan Australia. 
 
Mr. Richard Matthews, Konsul Australia di Makassar menambahkan dalam sambutannya, screening film dan diskusi yang dilakukan menjadi kesempatan untuk belajar dan mengetahui hubungan kerjasama yang sudah terjalin lama dari kedua negara. 
 
Usai pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film dokumenter yang menggambarkan hubungan antara Indonesia dan Australia dizaman penjajahan dan masa persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia. 
 
 
Prof. Ariel Heryanto selaku fasilitator dalam kesempatan tersebut menjelaskan mengenai daya tarik dari film dokumenter karya Joris Ivens ini. 
 
“Film ini memuat propaganda untuk memberitahukan pada dunia kalau Indonesia adalah negara jajahan pertama di kawasan Asia Afrika yang berani memproklamasikan kemerdekaan,” kata Prof. Ariel.
 
Beliau juga menjabarkan mengenai proses pembuatan film dokumenter dan sosok dibalik pembuatan film tersebut. 
 
Kegiatan yang dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta dari kalangan mahasiswa maupun dosen berlangsung hingga pukul 17.00 WITA.
 
Editor : Ishaq Rahman

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia