Universitas Hasanuddin melalui Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) menyelenggarakan lokakarya pengembangan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berfokus pada kualitas program kerja mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Singgasana, Makassar, Sabtu (07/12).
Kegiatan dibuka oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Prof. Dr. A. Alimuddin, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Alimuddin berharap pelaksanaan KKN Unhas menghasilkan output yang berorientasi pada kualitas, sehingga program kerja yang dilaksanakan oleh mahasiswa Unhas sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat.
“Kita berharap agar kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat melalui program KKN ini benar-benar menggambarkan pengabdian pada masyarakat. Untuk itulah kualitas program yang dilaksanakan harusnya sesuai dengan kebutuhan,” kata Prof. Alimuddin.
Pada kesempatan yang sama, Kepala P2KKN Unhas, Muhammad Kurnia, S.Pi, M.Sc., Ph.D. menegaskan bahwa P2KKN akan mengimplementasikan kebijakan baru terkait output KKN, yakni dengan mengarahkan laporan KKN dikonversi menjadi jurnal pengabdian masyarakat.
"Kedepan program KKN lebih fokus pada program kerja yang inovatif dan konstruktif. Kita menargetkan KKN berikutnya, jumlah KKN tematik berbasis mitra eksternal akan ditambah porsinya," jelas Kurnia.

Lebih lanjut, Kurnia menjelaskan bahwa lokakarya P2KKN pada dasarnya bertujuan untuk merumuskan dan menetapkan aturan teknis pelaksanaan KKN mulai dari pra pelaksanaan sampai pasca KKN, sekaligus menyamakan persepsi antar sesama Dosen Pengampu KKN (DPK) atau supervisor yang bertanggungjawab selama proses KKN berlangsung.
Sejauh ini, P2KKN Unhas sudah menunjukan hasil yang signifikan dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawabnya. Sampai saat ini, P2KKN Unhas sudah menghasilkan laporan pengabdian masyarakat sekitar 1.200 yang dapat dilihat pada laman simlitabmas Dikti.
Kegiatan lokakarya yang dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta berlangsung hingga pukul 16.00 WITA.(*)
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR




