Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Unhas Perkuat Implementasi MKPK untuk Transformasi Pembelajaran dan Kampus Berdampak Berbasis SDGs 2026

Dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa dan kualitas lulusan, perguruan tinggi dapat menyiapkan mekanisme melalui Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK). Di Universitas Hasanuddin, MKPK baru diperkenalkan dalam Kurikulum 2023 (K23).

MKPK merupakan mata kuliah yang kegiatan pembelajarannya dilakukan di luar prodi dalam universitas dan atau di luar universitas. Mekanisme ini wajib diikuti mahasiswa sebesar 20 SKS untuk rumpun non kesehatan dan 10 SKS untuk rumpun kesehatan. Bentuk kegiatan pembelajarannya dapat direkognisi dengan penyetaraan “activity hour” ke dalam SKS.

Universitas Hasanuddin menggelar Workshop Penguatan Implementasi MKPK untuk Transformasi Pembelajaran dan Kampus Berdampak Berbasis SDGs Universitas Hasanuddin Tahun 2026, yang berlangsung di Unhas Hotel & Convention, Senin (2/3).

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dekan fakultas dan para Ketua Program Studi sebagai bagian dari penguatan komitmen institusional dalam membangun sistem pembelajaran yang relevan, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat serta dunia kerja.

Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menegaskan bahwa workshop ini merupakan salah satu kunci strategis dalam menyiapkan masa depan lulusan Unhas.

“Lulusan kita akan jauh lebih siap jika mereka benar-benar memahami dunia kerja. Masih banyak hal yang belum sepenuhnya kita berikan di ruang kelas, sehingga perlu penguatan bagaimana dunia nyata itu sesungguhnya,” jelas Prof. JJ

Penguatan MKPK bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan mahasiswa, membangun transisi yang kuat dari dunia kampus menuju dunia kerja, serta membentuk lulusan yang mampu berkompetisi dan beradaptasi.

“Tanggung jawab kita bukan hanya menyiapkan mereka untuk mencari kerja, tetapi juga membuka lapangan kerja. Mahasiswa harus mampu melihat bagaimana industri membangun usaha, membaca peluang, dan menciptakan pekerjaan,” lanjutnya.

Lulusan diharapkan mampu mengisi kebutuhan industri sekaligus menjadi pribadi produktif yang berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K)., menegaskan bahwa MKPK merupakan wadah strategis dalam membentuk mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change), inovator, dan pemimpin masa depan yang berintegritas serta berkomitmen pada nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.

Ia juga menjelaskan keterkaitan kuat antara MKPK dan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDGs 1 (No Poverty), SDGs 4 (Quality Education), dan SDGs 17 (Partnership for the Goals).

MKPK berfungsi sebagai wahana implementasi nilai-nilai SDGs dalam pembelajaran, sehingga kampus tidak hanya menjadi pusat akademik, tetapi juga pusat transformasi sosial. Untuk itu, penguatan MKPK harus dilakukan hingga level fakultas. MKPK bukan semata program pusat, melainkan gerakan bersama di tingkat fakultas dan program studi, yang membutuhkan komitmen kolektif seluruh unsur pimpinan dan sivitas akademika.

Workshop ini menjadi bagian dari komitmen Unhas dalam membangun kampus berdampak, yang tidak hanya melahirkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, berdaya saing global, berjiwa kewirausahaan, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan. (*/dhs)

Editor : Ishaq Rahman

Unhas Perkuat Implementasi MKPK untuk Transformasi Pembelajaran dan Kampus Berdampak Berbasis SDGs 2026
Unhas Perkuat Implementasi MKPK untuk Transformasi Pembelajaran dan Kampus Berdampak Berbasis SDGs 2026
Unhas Perkuat Implementasi MKPK untuk Transformasi Pembelajaran dan Kampus Berdampak Berbasis SDGs 2026

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia