Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Perlindungan Hukum Produk Inovasi Unhas untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat

Unhas dan Kemenkum Sulsel perkuat sinergi dalam membangun ekosistem inovasi yang tidak hanya terlindungi secara hukum, tetapi juga produktif secara ekonomi

Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan bahwa inovasi tidak boleh berhenti pada Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau paten semata, tetapi harus diwujudkan menjadi produk nyata yang mampu mendorong perekonomian masyarakat. Hilirisasi menjadi kunci dalam menjembatani riset dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menekankan penguatan HKI, termasuk paten dan hak cipta, merupakan pondasi penting dalam melindungi karya inovatif sivitas akademika. Namun, menurut Prof JJ, perlindungan tersebut harus diikuti dengan langkah konkret menuju hilirisasi.

“Jangan berhenti pada HKI. Kita tidak akan menjadi negara maju jika hanya memiliki paten tanpa produk yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelas Prof JJ.

Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah memastikan inovasi kampus tidak berhenti di laboratorium, melainkan mampu dikembangkan menjadi produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Dalam konteks tersebut, Unhas memiliki Science Techno Park (STP) yang menjadi instrumen strategis menjembatani riset dan dunia industri.

Merespons pentingnya hilirisasi inovasi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Selatan, Andi Basmal, menyoroti urgensi percepatan hilirisasi produk inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi. Menurutnya, langkah ini menjadi pintu untuk memastikan inovasi tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi dapat segera bergerak menuju pemanfaatan yang lebih luas dan bernilai ekonomi.

“Kami mendorong kebijakan yang lebih progresif untuk mempermudah proses tersebut. Harapannya tentu agar inovasi dapat lebih cepat diimplementasikan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Andi Basmal.

Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan strategis antara Unhas dan Kemenkum Sulsel yang berlangsung di Ruang Rektor, Lantai 8, Jumat (10/04). Pertemuan ini menjadi ruang strategis memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam membangun ekosistem inovasi yang tidak hanya terlindungi secara hukum, tetapi juga produktif secara ekonomi.

Secara keseluruhan, sinergi antara Unhas dan Kemenkum Sulsel mencerminkan penguatan perguruan tinggi sebagai pusat inovasi yang berdampak. Hilirisasi menjadi kunci dalam memastikan bahwa kekayaan intelektual tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat. (*/mir)

Editor : Ishaq Rahman

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia