Sebanyak lima program studi di Universitas Hasanuddin dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Hukum (FH) memperoleh akreditasi penuh (fully accredited) dari lembaga akreditasi internasional FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation).dengan masa berlaku hingga 12 September 2029.
Capaian ini merefleksikan terpenuhinya standar mutu internasional dalam aspek tata kelola, proses pembelajaran, serta sistem penjaminan mutu yang diterapkan.
Adapun lima program studi yang berhasil meraih akreditasi tersebut meliputi:
- Ilmu Hukum
- Hukum Administrasi Negara
- Ilmu Ekonomi Pembangunan
- Ilmu Komunikasi
- Ilmu Hubungan Internasional
Kelima program studi ini telah memenuhi indikator kualitas yang ditetapkan FIBAA, termasuk kurikulum berbasis capaian pembelajaran, tata kelola akademik, serta dukungan sumber daya pendidikan.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Musrizal Muin, M.Sc., menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut ditopang oleh model kolaborasi internal yang terstruktur. Model ini mengintegrasikan peran pimpinan universitas, pengelola akreditasi, unit pengelola program studi (UPPS), Ketua Program Studi, hingga Task Force dalam satu alur kerja yang sistematis.
“Faktor kunci terletak pada budaya kerja berbasis kolaborasi dan komunikasi yang konsisten di seluruh level pengelolaan,” ujarnya.
Dalam perspektif penjaminan mutu, pendekatan ini menunjukkan adanya integrasi antara kebijakan strategis di tingkat universitas dengan implementasi operasional di tingkat program studi. Sinergi tersebut memungkinkan proses monitoring, evaluasi, dan pemenuhan standar dilakukan secara lebih adaptif terhadap indikator yang ditetapkan lembaga akreditasi internasional.
“Model kolaborasi ini tidak hanya berfungsi dalam konteks pemenuhan akreditasi, tetapi juga menjadi kerangka kerja berkelanjutan dalam penguatan sistem penjaminan mutu internal,” kata Prof. Musrizal.
Dengan demikian, pengelolaan mutu tidak bersifat administratif semata, melainkan berkembang menjadi budaya organisasi yang terinternalisasi di setiap lini.
Capaian ini menegaskan bahwa penguatan sistem, konsistensi tata kelola, serta integrasi antarunit menjadi determinan penting dalam meningkatkan daya saing program studi di tingkat global, sekaligus memperkuat posisi Universitas Hasanuddin dalam peta pendidikan tinggi internasional.(*/dhs)
Editor : Ishaq Rahman




