Universitas Hasanuddin (Unhas) tengah mematangkan rencana pembukaan tujuh program studi (prodi) baru yang ditargetkan mulai menerima mahasiswa baru (MABA) pada tahun akademik 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi institusi dalam merespons dinamika kebutuhan sumber daya manusia di berbagai sektor strategis.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Muhammad Ruslin, menjelaskan bahwa pengembangan prodi baru dilakukan melalui tahapan ketat, mulai dari pembahasan di tingkat internal hingga proses registrasi nasional.
“Pembukaan prodi ini tidak hanya mengikuti tren, tetapi didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. Kami ingin memastikan lulusan Unhas relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Sejumlah prodi yang diusulkan saat ini masih berada pada tahap pembahasan di tingkat Senat Akademik dan unit terkait. Di antaranya S1 Kebidanan, S1 Kecerdasan Buatan, serta S1 Pertanian Cerdas yang berproses di Tim Kelompok Kerja Senat Akademik. Sementara itu, S1 Teknik Kimia tengah dalam pembahasan di Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP).
Di sisi lain, beberapa prodi telah memasuki tahap lebih lanjut. Program Studi Profesi Fisikawan Medik, misalnya, saat ini dalam proses registrasi ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) dan direncanakan sudah dapat menerima mahasiswa melalui jalur mandiri pada 2026.
Hal serupa juga berlaku untuk S1 Perkeretaapian yang telah terdaftar di PDDIKTI dan siap membuka penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri pada tahun yang sama. Kehadiran prodi ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan tenaga ahli di sektor transportasi berbasis rel.
Adapun program D4/Sarjana Vokasi Pengawasan Obat dan Makanan masih dalam tahap pemenuhan standar minimal pembukaan prodi. Proses ini dilakukan melalui kerja sama antara Unhas dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam bentuk task force bersama.
Menurut Prof. Ruslin, pembukaan prodi baru ini juga mencerminkan upaya Unhas dalam mengintegrasikan potensi lokal dengan perkembangan global. Bidang seperti kecerdasan buatan, pertanian cerdas, hingga pengawasan obat dan makanan dinilai memiliki prospek besar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Sulawesi Selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian dan industri. Di sisi lain, perkembangan teknologi menuntut kesiapan SDM yang adaptif. Di sinilah peran perguruan tinggi menjadi krusial,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh proses pembukaan prodi dilakukan dengan mengacu pada standar mutu dan regulasi yang berlaku, termasuk evaluasi internal serta persetujuan dari kementerian terkait melalui sistem PDDIKTI.
Dengan rencana ini, Unhas berharap dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Berikut Program Studi baru yang dibuka di Unhas hingga 30 April 2026:
- S1 Kebidanan, Fakultas Keperawatan, (berproses di Tim Pokja Senat Akademik)
- Profesi Fisikiawan Medik, Fakultas MIPA, (dalam proses Register ke PDDIKTI, sudah bisa menerima mahasiswa jalur mandiri 2026).
- S1 Kecerdasan Buatan, Fakultas Teknik (berproses di Tim Pokja Senat Akademik)
- S1 Teknik Kimia, Fakultas MIPA, (berproses di Tim Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan, LPMPP).
- S1 Perkeretaapian, Fakultas Teknik (sudah terdaftar di PDDIKTI, sudah bisa menerima mahasiswa jalur mandiri tahun 2026).
- D4/Sarjana vokasi Pengawasan Obat dan Makanan, Fakultas Vokasi (proses Pemenuhan Standar Minimal Pembukaan Prodi, Task Force UNHAS-BPOM).
- S1 Pertanian Cerdas, Fakultas Teknologi Pertanian, (berproses di Tim Pokja Senat Akademik).(*/ir)
Editor : Ishaq Rahman




