Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Mahasiswa Disabilitas Unhas Warnai Inklusivitas di Hardiknas 2026

Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Universitas Hasanuddin tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga ruang refleksi atas arah pendidikan yang semakin inklusif. Salah satu inisiatif datang dari Pusat Layanan Disabilitas (Pusdis) Unhas, melalui partisipasi aktif mahasiswa disabilitas bersama staf pendamping dalam memeriahkan rangkaian kegiatan.

Kehadiran mereka bukan sekadar simbol keterlibatan, melainkan representasi nyata dari transformasi ekosistem pendidikan tinggi yang mulai mengakomodasi keberagaman secara lebih sistematis. Inisiatif ini lahir secara mandiri, didorong oleh kesadaran kolektif untuk menegaskan bahwa ruang akademik harus dapat diakses oleh semua, tanpa kecuali.

Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Pusdis Unhas, Dr. Ishak Salim, S.IP., M.A., partisipasi tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan praktik inklusivitas yang nyata dalam kehidupan kampus, bukan sekadar wacana.

Dalam perspektif sains sosial, inklusivitas dalam pendidikan tidak hanya diukur dari kebijakan formal, tetapi juga dari praktik keseharian yang mencerminkan penerimaan dan partisipasi setara. Keterlibatan mahasiswa disabilitas dalam perayaan Hardiknas menjadi indikator penting bahwa Unhas tengah bergerak menuju model kampus inklusif yang berkelanjutan.

Lebih jauh, interaksi yang terbangun selama kegiatan berlangsung menunjukkan dinamika baru dalam budaya kampus. Mahasiswa dari berbagai latar belakang berbaur tanpa sekat, menciptakan ruang dialog yang lebih empatik dan kolaboratif. Hal ini memperkuat temuan dalam berbagai studi pendidikan bahwa pengalaman langsung dalam lingkungan inklusif mampu meningkatkan sensitivitas sosial serta mengikis stigma terhadap disabilitas.

Pusdis Unhas memainkan peran strategis dalam proses ini, tidak hanya sebagai fasilitator layanan, tetapi juga sebagai agen perubahan budaya. Melalui keterlibatan aktif dalam momentum Hardiknas, Pusdis mendorong narasi baru bahwa keberagaman bukan sekadar jargon, melainkan nilai yang hidup dan terus tumbuh di lingkungan kampus.

Perayaan Hardiknas 2026 pun menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan. Ia menjelma sebagai panggung pembuktian bahwa Universitas Hasanuddin semakin meneguhkan komitmennya terhadap pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan. (*/dhs)

Editor : Ishaq Rahman

Peserta berkostum tradisional di acara Pusat Disabilitas

Perempuan berkebaya di acara budaya inklusif

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia