Prof. JJ berbicara di forum SDG’s yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) di Makassar.
Di tengah menguatnya tuntutan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, peran perguruan tinggi kembali ditegaskan sebagai aktor kunci dalam menjembatani kebijakan dan implementasi di tingkat daerah. Dalam sebuah forum strategis di Makassar, Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menempatkan pelokalan SDGs sebagai titik krusial agar agenda global benar-benar berakar dalam realitas lokal.
Prof JJ menegaskan, pelokalan SDGs melalui Rencana Aksi Daerah (RAD) bukan sekadar formalitas perencanaan, melainkan instrumen nyata untuk menghadirkan pembangunan yang berdampak. Menurutnya, keberhasilan implementasi SDGs sangat ditentukan oleh kemampuan para pemangku kepentingan dalam menerjemahkan tujuan global ke dalam kebijakan yang kontekstual.
Prof JJ memandang, pendekatan berbasis daerah menjadi kunci untuk menjawab tantangan pembangunan yang beragam, khususnya di kawasan timur Indonesia. Dirinya juga menyoroti bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam agenda SDGs kini telah menjadi mandat yang terukur. Melalui Indikator Kinerja Utama (IKU), kontribusi terhadap SDGs tidak lagi bersifat normatif, melainkan menjadi bagian dari ukuran kinerja institusi pendidikan tinggi.
“Perguruan tinggi hari ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dan riset, tetapi juga harus memastikan kontribusinya terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” tegas Prof JJ.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Prof JJ menjelaskan, Unhas telah menerapkan pendekatan cascading hingga ke tingkat fakultas dan sekolah. Setiap unit diarahkan untuk mengembangkan fokus SDGs sesuai dengan keunggulannya, sehingga implementasi menjadi lebih spesifik, terarah, dan berdampak nyata.
Pendekatan ini memungkinkan Unhas berkontribusi secara lebih konkret, terutama pada isu-isu strategis seperti kesehatan, ekosistem laut, dan lingkungan daratan yang menjadi kekuatan sekaligus tantangan kawasan timur Indonesia.
“Unhas memiliki SDGs Center yang tidak hanya berperan dalam pengembangan akademik, tetapi juga terlibat aktif dalam pembangunan daerah. Pendampingan penyusunan RAD SDGs untuk Provinsi Sulsel dan Kota Makassar menjadi bukti nyata kontribusi tersebut,” tambah Prof JJ.
Tidak hanya pada tahap perencanaan, Unhas juga berperan dalam monitoring dan evaluasi capaian SDGs untuk memastikan setiap program berjalan efektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara berbasis data.
Prof. JJ menegaskan bahwa komitme Unhas adalah terus menjadi mitra strategis dalam mendorong percepatan pembangunan berkelanjutan, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Dirinya berharap, sinergi yang terbangun dapat berlanjut dalam bentuk aksi nyata di daerah.
Pandangan ini disampaikan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas melalui Sekretariat Nasional TPB/SDGs, yang berlangsung mulai 29–30 April 2026 di Four Points Makassar.
Forum ini diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah se-Sulawesi, berbagai perguruan tinggi, SDGs Center, serta mitra pembangunan yang bersama-sama memperkuat kapasitas dan sinergi dalam pelaksanaan SDGs di tingkat daerah. (*/mir)
Editor : Ishaq Rahman






