Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Unhas Lepas 5.282 Mahasiswa KKN Gelombang 116, Perkuat Kolaborasi dan Transformasi

MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan komitmennya dalam menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebanyak 5.282 mahasiswa resmi dilepas untuk melaksanakan KKN Gelombang 116 yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

KKN Unhas dirancang sebagai ruang kolaborasi multipihak yang melibatkan mahasiswa, akademisi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Program ini bertujuan menghadirkan solusi berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan.

Direktur Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran (Transdiva) Unhas, Ir. Sahrianti Saad, S.Hut., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa penyelenggaraan KKN dilakukan melalui tata kelola kolaboratif lintas unit. Seluruh tahapan program, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, disusun secara terintegrasi untuk memastikan kebermanfaatan bagi mahasiswa dan masyarakat.

“KKN merupakan kerja bersama seluruh elemen di universitas. Koordinasi lintas bidang menjadi kunci agar program berjalan terarah dan memberikan dampak optimal,” kata Sahrianti.

Ia menambahkan, proses KKN telah dipersiapkan sejak jauh hari melalui pemetaan kebutuhan daerah serta koordinasi dengan pemerintah dan mitra lokal. Setelah pelaksanaan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar hasil dan expo sebagai sarana refleksi dan diseminasi inovasi, sekaligus mendorong pembelajaran berkelanjutan.

Pelepasan mahasiswa dilakukan secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K). Dalam arahannya, ia menekankan bahwa keberhasilan KKN tidak diukur dari durasi, melainkan dari kemampuan mahasiswa membangun kolaborasi dan menghadirkan solusi yang relevan.

“KKN adalah ruang untuk menghubungkan ilmu dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa harus mampu menjadi mediator yang menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah melalui pendekatan akademik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Ruslin menyebut KKN sebagai “laboratorium kehidupan” yang membentuk kemampuan adaptasi, komunikasi, dan kepemimpinan mahasiswa. Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga integritas dan nama baik institusi selama menjalankan pengabdian.

KKN Gelombang 116 dilaksanakan melalui empat skema, yaitu KKN Inovasi Daerah, KKN Kolaborasi Institusi, KKN Jejaring Internasional, serta KKN Khusus.

Skema KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin adalah:

KKN Inovasi Daerah:
– Maros: 336 orang
– Pangkep: 293 orang
– Barru: 362 orang
– Parepare: 170 orang
– Sidrap: 1.527 orang
– Pinrang: 216 orang
– Makassar: 324 orang
– Gowa: 40 orang
– Takalar: 241 orang
– Jeneponto: 193 orang
– Bantaeng: 764 orang
– Bulukumba: 67 orang
– Sinjai: 93 orang
– Luwu: 49 orang
– Luwu Timur: 73 orang
– Luwu Utara: 32 orang
– Bone: 116 orang
– Kepulauan Selayar: 8 orang
– Tana Toraja: 47 orang
– Toraja Utara: 91 orang
– Wajo: 91 orang
– Soppeng: 35 orang
– Majene: 37 orang

KKN Internasional:
– Malaysia: 74 orang
– Jepang: 29 orang
– Thailand: 12 orang
– Taiwan: 6 orang
– Hongkong: 1 orang
– Timor Leste: 5 orang
– Korea Selatan: 3 orang

KKN Kolaborasi Institusi:
– Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Selatan
– Kejaksaan Negeri Gowa
– Kejaksaan Negeri Makassar
– Pengadilan Negeri Makassar
– Pengadilan Militer Makassar
– Kejaksaan Negeri Maros
– LPKA Maros
– Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)
– Kementerian Pekerjaan Umum
– Kementerian Sosial
– Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Maros
– Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)
– Perpustakaan Nasional
– PT. Vale
– PT. Tonasa

KKN Khusus:
– Makassar (Tematik Prestasi)
– Luwu Timur (Tematik Co-ops Vale)

Para mahasiswa akan ditempatkan di 8 negara, 2 provinsi, 23 kabupaten/kota, yang mencakup 135 kecamatan dan 613 desa/kelurahan. Sebanyak 205 dosen akan menjadi pendamping selama kegiatan.

Kegiatan pelepasan berlangsung di Baruga A.P. Pettarani, Senin (29/6), dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas serta perwakilan pemerintah daerah sebagai bentuk penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal.

Editor : Ishaq Rahman

Pejabat berfoto bersama di Universitas Hasanuddin

Penyerahan atribut secara simbolis di acara resmi

Foto bersama ratusan mahasiswa dan pejabat di auditorium

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia