Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Menghubungkan Laboratorium dan Dunia Bisnis, Unhas Bentuk Wakil Rektor Baru

MAKASSAR – Transformasi hasil riset merupakan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menembus pasar. Hal ini menjadi perhatian Rektor Universitas Hasanuddin pada periode kedua kepemimpinannya. Untuk mempercepat agenda tersebut, Unhas menghadirkan unit kerja baru, yaitu Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha. Tugas utamanya, memperkuat hilirisasi hasil penelitian, pengembangan inovasi, serta tata kelola usaha institusi.

Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H. memperoleh amanah memimpin tugas ini, sebagai Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha. Ia secara resmi dilantik pada Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat dalam Lingkup Universitas Hasanuddin, yang berlangsung di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Selasa (7/7).

Lahir di Pangkajene pada 10 Juli 1980, Prof. Amir Ilyas sebelumnya mengemban amanah sebagai Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, dan Inovasi pada Sekolah Pascasarjana Unhas. Pengalamannya dalam membangun jejaring kemitraan dan mengembangkan inovasi menjadi modal penting untuk mengawal agenda transformasi bisnis Unhas.

Pada periode sebelumnya, fungsi kemitraan, inovasi, kewirausahaan, dan bisnis berada dalam satu bidang. Seiring membesarnya tuntutan hilirisasi hasil riset dan penguatan kemandirian institusi, Unhas kini menghadirkan bidang yang fokus agar pengelolaan inovasi dan usaha dapat dijalankan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Menurut Prof. Amir Ilyas, arahan pimpinan Unhas sudah sangat jelas, yakni menjadikan hilirisasi sebagai tahap penting setelah proses penelitian. Selama ini, Unhas telah menghasilkan banyak inovasi, namun masih diperlukan strategi yang lebih kuat agar berbagai produk tersebut dapat menjangkau pasar dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Banyak karya dan hasil penelitian Unhas yang sangat potensial, namun belum berhasil masuk ke pasar. Di sinilah tantangan sekaligus tugas besar kami untuk membangun jembatan antara laboratorium dengan dunia industri dan masyarakat,” jelas Prof. Amir.

Keberadaan bidang baru ini akan memperkuat ekosistem hilirisasi inovasi secara menyeluruh, mulai dari identifikasi potensi hasil riset, perlindungan kekayaan intelektual, pengembangan model bisnis, inkubasi inovasi, hingga membangun kolaborasi strategis dengan pemerintah, industri, dan berbagai mitra usaha. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing inovasi Unhas di tingkat nasional maupun global.

Prof. Amir mengakui bahwa sejumlah perguruan tinggi telah lebih dahulu membangun sistem pengelolaan inovasi dan usaha yang mapan. Namun, ia optimistis Unhas memiliki potensi besar untuk berkembang karena didukung oleh kekuatan riset, sumber daya manusia, dan komitmen pimpinan universitas dalam mendorong transformasi.

“Kami menyadari tantangan ini tidak ringan karena banyak perguruan tinggi yang telah lebih berpengalaman. Dengan kolaborasi seluruh sivitas akademika, saya yakin Unhas mampu bersaing di dunia pasar melalui inovasi yang berkualitas, berdampak, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Prof. Amir. (*/mir)

Editor : Ishaq Rahman

Pria bersetelan jas dan peci di acara resmi

Dua pria bersalaman di acara resmi

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia