MAKASSAR – Di tengah persaingan perguruan tinggi menuju reputasi global, keberhasilan internasionalisasi tidak ditentukan oleh beragam variabel. Selain kerja sama luar negeri, jejaring alumni yang tersebar di berbagai negara kini menjadi salah satu modal strategis dalam memperluas kolaborasi akademik, meningkatkan mobilitas sivitas akademika, hingga memperkuat reputasi institusi pada berbagai pemeringkatan dunia. Berangkat dari semangat tersebut, Universitas Hasanuddin melakukan penyesuaian struktur organisasi dengan memperkuat keterkaitan antara kemitraan, internasionalisasi, dan kealumnian.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penataan kelembagaan yang memperkuat sinergi ketiga unsur dalam satu koordinasi tata kelola. Prof. Ir. Suharman Hamzah, S.T., M.T., Ph.D., HSE memperoleh kepercayaan sebagai Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian, yang dilantik dalam Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat dalam Lingkup Universitas Hasanuddin di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Selasa (7/7).
Perubahan nomenklatur ini merupakan bagian dari penataan organisasi pada periode kedua kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc.. Jika sebelumnya urusan kealumnian berada di bawah Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Alumni, dan Sistem Informasi, kini fungsi tersebut disatukan dengan kemitraan dan internasionalisasi. Sementara itu, fungsi inovasi dan pengelolaan usaha dipisahkan ke dalam bidang tersendiri agar setiap unit memiliki fokus yang lebih spesifik.
Lahir di Soppeng pada 3 Mei 1976, Prof. Suharman sebelumnya mengemban amanah sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Direktur Komunikasi Unhas. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman yang kuat dalam membangun jejaring kolaborasi, mengelola program strategis, serta memperkuat sinergi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional.
Bagi Prof. Suharman, penyatuan ketiga fungsi tersebut bukan sekadar perubahan administratif. Ini adalah bagian dari strategi untuk membangun jejaring global yang lebih terintegrasi dengan memanfaatkan kekuatan alumni sebagai mitra strategis universitas.
“Kalau kita ingin mendorong internasionalisasi, maka alumni harus menjadi bagian dari strategi itu. Mereka adalah representasi Unhas di berbagai daerah dan berbagai negara. Ketika kemitraan, internasionalisasi, dan kealumnian bergerak dalam satu arah, dampaknya akan jauh lebih besar,” jelas Prof. Suharman.
Alumni memiliki posisi yang sangat penting dalam membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri, hingga pemerintah di berbagai belahan dunia. Hubungan tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama pendidikan, riset, pertukaran akademik, maupun pengembangan inovasi yang memberikan manfaat bagi universitas dan masyarakat.
Prof. Suharman menambahkan bahwa keberadaan alumni juga menjadi salah satu indikator yang diperhatikan dalam berbagai pemeringkatan perguruan tinggi dunia. Oleh karena itu, penguatan hubungan dengan alumni merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan reputasi internasional secara berkelanjutan.
“Kami ingin mengoptimalkan seluruh potensi Unhas, baik yang ada di lingkungan kampus maupun yang dimiliki para alumni. Dengan sinergi tersebut, saya optimistis percepatan internasionalisasi dan peningkatan posisi Unhas pada berbagai pemeringkatan dunia dapat terus diwujudkan dari tahun ke tahun,” tutup Prof. Suharman.(*/mir)
Editor : Ishaq Rahman






