Kementerian Keuangan Republik Indonesia, melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengumumkan penerima pendanaan Riset Inovatif Produktif (RISPRO) Mandatori bertema Prioritas Riset Nasional (PRN) Bagian 1.
Pendanaan RISPRO merupakan program pendanaan riset baik kompetitif maupun inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan daya saing bangsa melalui komersialisasi produk/teknologi atau implementasi kebijakan/tata kelola atau publikasi.
Melalui Keputusan Direktur Utama LPDP Nomor Kep-32/LPDP/2020 tertanggal 24 Juni 2020, telah diumumkan penelitian-penelitian yang dinyatakan lolos dan memenuhi syarat untuk pendanaan RISPRO ini. Dari 276 penelitian yang dibiayai, tiga penelitian diantaranya berasal dari Universitas Hasanuddin, yaitu:
1. Produksi Semen Beku Sapi Bali Polled, dengan Ketua periset: Dr. Hasbi, S.Pt., M.Si.,
2. Produksi Bibit Sapi Bali Ber-SNI Melalui Breeding Partisilatif di Kabupaten Barru : Implementasi Model Quadruphelix berbasis Inovasi, Ketua Periset: Dr. Ir. Zulkharnaim, S.Pt., M. Si., IPM.
3. Produksi Bibit Ayam Kampung Lokal Unggul “ALLOPE” Melalui Teknologi In Ovo Feeding dan Kemitraan Partisipatif, Ketua Periset : Dr. Ir. Wempie Pakding, M.Sc.
Total nilai penelitian yang diterima oleh ketiga penelitian tersebut adalah sebesar Rp. 3.5 Milyar,- dengan durasi penelitian masing-masing selama satu tahun.(*/mir)
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR




