Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Langkah Inovatif, Buku Terbitan UNHAS Press Dapat Diakses Melalui Google Play Book

Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin (dikenal dengan nama UNHAS Press), berinovasi mengintegrasikan buku-buku terbitannya ke dalam aplikasi online yang sangat populer, Google Play Book. Hal ini memberi peluang labih luas dimana buku-buku terbitan UNHAS Press dapat diakses oleh jutaan pengguna google dan platform turunnya.

Google Play Book merupakan suatu sistem database digital yang menyimpang berbagai terbitan digital yang telah dikonversi ke dalam format optical character recognition (OCR). Untuk dapat memasukan buku atau terbitan ke dalam database Google Play Book, penerbit atau penulis harus terlebih bulu diterima sebagai Google Play Book Partner.

Ketua UNHAS Press, Dr. Alem Febri Sonni, dalam perbincangan Sabtu (7/6), menjelaskan inovasi yang diambil pihaknya. Ini merupakan upaya memperkenalkan buku-buku yang mereka terbitkan. Dengan sendirinya, hal ini mempromosikan jangkauan penulisnya, sehingga lebih dikenal oleh masyarakat luas.

“Kami menerima berbagai naskah, terutama dari dosen dan sivitas akademika Unhas. Setelah buku diterbitkan, langkah selanjutnya adalah mendistribusikan. Selain menggunakan cara konvensional dengan mencetak hard-copy, kami juga menawarkan kepada dosen atau penulis untuk menggunakan platform Google Play Book,” kata Sonni.

Sepanjang tahun 2019, UNHAS Press telah menerbitkan lebih dari 30 judul buku ber-ISSBN, yang sebagian besar ditulis oleh dosen Unhas. Selain itu, juga terdapat puluhan buku lain yang tidak ber-ISBN. Biasanya, ini untuk buku-buku dalam bentuk laporan yang tidak perlu disebarluaskan, atau didistribusikan terbatas.

“Buku terbitan kami sangat variatif. Dari aspek tema, kami menerbitkan buku-buku bertema sosial humaniora hingga sains dan teknologi. Dari aspek jenisnya, kami menerbitkan juga mulai buku teks, prosiding, hasil penelitian, dan lain-lain,” lanjut Sonni, yang pernah dipercaya sebagai Ketua Komisi Penyiaran Indonesia, Sulawesi Selatan ini.

Alem Febri Sonni menjelaskan bahwa pihaknya siap memfasilitasi naskah-naskah dari penulis yang beragam. Pihaknya juga menerima naskah dari masyarakat umum. Namun, tidak semua buku tersebut ditampilkan di Google Play Book. Ada pertimbangan khusus yang perlu diperhatikan, terutama berkaitan hak cipta atau copyright.

“Untuk sementara, buku yang kami tampilkan di Google Play Book terbatas pada buku-buku yang sudah disetujui oleh penulisanya. Karena ini menyangkut copyright dari penulisnya. Kalau penulisnya setuju akan kami publish di Google Play Book dengan sistem royalti,” kata Sonni.

Dengan inovasi ini, Alem Febri Sonni, yang juga merupakan dosen departemen Ilmu Komunikasi Unhas ini berharap dapat makin memperkenalkan Universitas Hasanuddin dalam dunia penerbitan dan karya ilmiah.(*/ir)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia