Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Satgas Unhas Bahas Intervensi untuk Atasi Covid-19 di Kota Makassar

Universitas Hasanuddin melalui Tim Satgas Covid-19 Unhas akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar dalam rangka intervensi mengatasi wabah virus Corona. Sebagaimana diketahui, Kota Makassar merupakan daerah di Provinsi Sulawesi Selatan dengan jumlah kasus terkonfirmasi yang paling besar.

Untuk membahas bentuk intervensi tersebut, Tim Satgas Covid-19 Unhas menggelar rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA. Rapat berlangsung pada Kamis (9/4), mulai pukul 15.00 Wita.

Rapat melalui fasilitas konferensi video ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Satgas Covid-19 Unhas yang juga merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Unhas (Prof. dr. Budu, Sp.M(K), M.EdMed, Ph.D), Dekan Fakultas Keperawatan (Dr. Ariyanti Saleh, S.Kp), para anggota Tim Surveilance, Tim Data Analis, Tim Sosial Ekonomi, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Hj. Naisyah TN Azikin, M.Kes.

Dalam pengantarnya, Rektor Unhas menjelaskan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Pj. Walikota Makassar, untuk membahas perkembangan wabah Covid-19 di Kota Makassar.

“Pak Walikota mengemukakan keprihatinannya dengan terus bertambahnya angka positif di Kota Makassar. Unhas mempunyai Satgas yang cukup lengkap, baik untuk aspek epidemiologi maupun sosial ekonomi. Pak Wali meminta bantuan kita untuk bersinergi, khususnya dengan Dinas Kesehatan guna mengatasi wabah ini,” kata Prof. Dwia.

Prof. Budu sebagai Ketua Satgas Covid-19 Unhas menjelaskan apa saja langkah-langkah yang telah dilakukan Unhas untuk merespon wabah Covid-19, khususnya di level Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar.

“Kita memiliki laboratorium yang telah melakukan test swab. Ada tenaga medis pada garda terdepan di Rumah Sakit. Ada Tim Surveilance yang memiliki peta zona beresiko tinggi hingga tingkat kelurahan. Tim sosial ekonomi kita melakukan kajian dampak non medis. Selain itu, kita juga memiliki relawan yang bekerja untuk pemantauan dan edukasi,” terang Prof. Budu.

Dengan menggunakan baseline data 79 kasus positif di Kota Makassar, Tim Satgas Covid-19 Unhas mengidentifikasi 10 besar kelurahan berdasarkan peringkat resiko tinggi adalah:

1. Kelurahan Buakana (Kecamatan Rappocini)
2. Kelurahan Gunung Sari (Kecamatan Rappocini)
3. Kelurahan Pai (Kecamatan Biringkanaya)
4. Kelurahan Maradekaya Utara (Kecamatan Makassar)
5. Kelurahan Bangkala (Kecamatan Manggala)
6. Kelurahan Maloku (Kecamatan Ujung Pandang)
7. Kelurahan Lembo (Kecamatan Tallo)
8. Kelurahan Lariang Bangi (Kecamatan Makassar)
9. Kelurahan Banta-bantaeng (Kecamatan Rappocini)
10. Kelurahan Tidung (Kecamatan Rappocini).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Naisyah Azikin, menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir ini pihaknya menjalin komunikasi dengan Tim Satgas Covid-19 Unhas. Dirinya sangat terbantu dengan dukungan data dari Unhas.

“Salah satu kendala kami adalah data yang valid. Kami telah mengidentifikasi lebih 1.000 orang tanpa gejala, dan telah membuat beberapa kluster. Kami bersyukur karena dapat dukungan dari Unhas, ini akan dipadukan dengan data kami. Saya sudah lama ingin ini, duduk bersama pakar sehingga bisa sama-sama mencari model intervensi yang tepat,” kata Naisyah.

Di akhir pertemuan, Rektor Unhas menegaskan bahwa dirinya berharap tim bersama antara Unhas dan Pemkot Makassar harus segera bekerja. Mulai saat ini, jalur komunikasi akan dibuka untuk melakukan koordinasi dan mulai bekerja.

“Saya akan segera komunikasikan dengan Pak Walikota. Jadi kita lakukan langkah-langkah, pertama: kita tetapkan segera mana lokasi yang akan menjadi target intervensi, berdasarkan data dari Unhas dan Dinkes. Kedua, kita segera desain model intervensi, baik dari aspek epidemiologi maupun sosial ekonomi, sambil tetap juga kita intensifkan edukasi kepada masyarakat,” kata Prof. Dwia.(*/ir)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia