MAKASSAR – Akses terhadap layanan kesehatan merupakan kebutuhan penting masyarakat, terutama bagi kelompok yang membutuhkan pemeriksaan dasar, layanan kesehatan gigi dan mulut, hingga pemeriksaan kesehatan ibu dan anak. Kebutuhan tersebut tidak cukup dijawab melalui layanan kuratif, namun memerlukan edukasi kesehatan dan upaya deteksi dini agar masyarakat memiliki pengetahuan menjaga kesehatannya.
Persoalan tersebut menjadi salah satu tema kolaborasi antara Universitas Hasanuddin (Unhas) dan PT Bio Inti Agrindo (PT BIA). Melalui Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Unhas bersama PT BIA telah melaksanakan bakti kesehatan di Merauke. Kegiatan tersebut menghadirkan layanan pemeriksaan umum dan pengobatan, konsultasi medis, pemeriksaan serta perawatan gigi dan mulut, hingga pemeriksaan terkait hipertensi, diabetes, hepatitis, dan penyakit dalam lainnya.
Pengalaman di lapangan memperlihatkan kebutuhan masyarakat memiliki cakupan lebih luas. Layanan kesehatan mencakup pemeriksaan, pengobatan, edukasi pola hidup sehat, kebersihan diri, serta pemahaman mengenai kondisi kesehatan. Perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui sumber daya manusia, pengetahuan, dan kapasitas riset untuk merancang solusi sesuai kebutuhan masyarakat.
Untuk memperkuat peran tersebut, Unhas dan PT BIA menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang pengembangan tridarma perguruan tinggi. Kegiatan berlangsung di Ruang Molar FKG Unhas, Senin (10/8). Kesepakatan ini adalah langkah memperluas kerja sama yang sebelumnya telah diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ke bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
President dan CEO PT BIA, Mr. Kong Byoung Sun menyampaikan, pengalaman pelaksanaan bakti kesehatan menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi kedua institusi telah menghasilkan manfaat nyata, memperlihatkan adanya kebutuhan sekaligus ruang memperkuat kerja sama secara berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus dilanjutkan dalam bentuk program yang lebih erat, berkelanjutan, dan berdampak. Semangat kebersamaan, pelayanan yang baik, serta komitmen untuk mengabdi merupakan landasan penting memperkuat hubungan erat di masa mendatang,” jelas Mr. Kong Byoung Sun.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dalam sambutannya menilai kapasitas riset dan sumber daya manusia yang dimiliki Unhas dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan dunia industri. Pengetahuan yang dihasilkan dari lingkungan akademik perlu memiliki ruang untuk diuji, dikembangkan, dan dimanfaatkan dalam menjawab persoalan pembangunan.
“Kami berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus dikembangkan untuk melakukan hal-hal yang lebih baik dan menghasilkan kerja sama yang semakin kuat serta memberikan manfaat bersama,” jelas Prof. JJ.
Menurutnya, kekuatan Unhas juga terletak pada jejaring alumninya yang berkiprah di berbagai sektor. Jejaring tersebut merupakan bagian dari ekosistem kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri, terutama dalam membuka akses terhadap kebutuhan industri sekaligus mempertemukan sumber daya manusia dan hasil riset Unhas dengan persoalan yang membutuhkan solusi.
Kerja sama juga diarahkan untuk membuka jejaring yang lebih luas di tingkat internasional. PT BIA diharapkan dapat menjadi penghubung Unhas dengan sejumlah perguruan tinggi di Korea Selatan. Peluang tersebut dapat dikembangkan melalui kolaborasi riset, pengembangan sumber daya manusia, serta kerja sama industri.
PT BIA merupakan perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan dan pengolahan kelapa sawit di Merauke, Papua Selatan. Perusahaan ini mengembangkan bisnis dengan memperhatikan keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta program sosial, termasuk bidang kesehatan, pendidikan, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Dengan penguatan kerja sama ini, Unhas dan PT BIA membangun ruang kolaborasi yang berangkat dari kebutuhan nyata. Pengalaman menghadirkan layanan kesehatan menjadi pijakan awal memperluas kontribusi melalui pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, dan kemitraan industri. (*/mir)
Editor : Ishaq Rahman








