MAKASSAR – Pencegahan kanker serviks dapat dimulai sejak usia sekolah melalui pemberian imunisasi Human Papillomavirus (HPV). Edukasi mengenai imunisasi menjadi bagian penting untuk membantu anak memahami manfaat vaksin sekaligus membangun kesadaran kesehatan sejak dini.
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) mengambil bagian dalam upaya mendukung pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025 melalui edukasi imunisasi HPV di sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Kegiatan berlangsung pada 14–20 Agustus 2025 dengan sasaran siswa kelas 5 sekolah dasar.
Program edukasi diawali dengan Pelatihan Komunikator Imunisasi HPV pada 9 Agustus 2025 yang melibatkan 12 mahasiswa. Pelatihan dilanjutkan dengan simulasi edukasi pada 11 Agustus 2025 untuk mempersiapkan mahasiswa menyampaikan informasi kesehatan dengan pendekatan yang sesuai bagi anak usia sekolah.
Dosen FKM Unhas, Muhammad Rachmat, menjelaskan bahwa imunisasi pada usia sekolah merupakan bagian dari upaya mempertahankan perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.
“Imunisasi BIAS pada anak usia sekolah dasar perlu dilakukan karena kekebalan atau antibodi yang diperoleh anak dari ibunya saat baru lahir dan imunisasi yang diterima saat bayi akan menurun seiring dengan bertambahnya usia,” jelas Muhammad Rachmat.
Edukasi menggunakan pendekatan Komunikasi Antarpribadi (KAP) yang dikembangkan melalui RCCE+, dengan rangkaian kegiatan berupa pemanasan, bermain dan belajar, belajar dan bermain, serta kunci komitmen. Pendekatan tersebut digunakan untuk menyampaikan informasi kesehatan dengan bahasa sederhana dan melibatkan siswa secara aktif.
Dalam sesi edukasi, mahasiswa memperkenalkan kanker serviks, vaksin HPV, serta manfaat imunisasi HPV sebagai salah satu upaya pencegahan kanker serviks. Materi disampaikan melalui permainan, nyanyian, dan diskusi interaktif sehingga siswa dapat memahami informasi melalui aktivitas yang sesuai dengan karakteristik usia mereka.
Sesi tanya jawab juga menjadi bagian penting dalam kegiatan. Siswa mengajukan pertanyaan mengenai vaksin, cara kerja imunisasi, hingga pentingnya menjaga kesehatan. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi komunikator untuk meluruskan pemahaman dan memberikan informasi kesehatan secara sederhana.
Mahasiswa FKM Unhas, Dian Novitasari, mengatakan edukasi menjadi bagian penting dalam memperkenalkan isu kesehatan reproduksi secara bertahap kepada anak.
“Penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan sejak dini mengenai kanker serviks dan membangun kesadaran tentang pentingnya vaksinasi HPV,” ujar Dian Novitasari.
Melalui kegiatan tersebut, FKM Unhas mendukung pelaksanaan BIAS sekaligus memperkuat literasi kesehatan anak melalui pendekatan komunikasi yang interaktif. Upaya ini sejalan dengan SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya dalam mendorong upaya promotif dan preventif untuk melindungi kesehatan sejak usia dini.
Adapun tim yang terlibat, yakni :
Dosen Pembimbing : Muhammad Rachmat dan Andi Selvi Yusnitasari
Anggota
- Andi Muh.
- Al Aqza Yusuf,
- Nadia Alifianni Masbar
- Annisa Riski Awalia
- Febri Ani
- Andi Tis’a Ramadhani
- Nur Inayah Dwiyull Kasbayl Arsyam
- Dian Novitasari
- Zhafirah Yustiani
- Muzdalifah Karyadi
- Nia Putri Rahmadani
- Magfirah Tahrim,
- Anna Septi Aryani






