JAKARTA – Universitas Hasanuddin (Unhas) menjalin kerja sama dengan Hartford International University for Religion and Peace, yang diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kolaborasi kedua institusi fokus pada Kajian dan Penelitian Perdamaian, yang dalam implementasinya mencakup penelitian pada bidang kepentingan bersama, pertukaran materi akademik, pertukaran akademisi, mobilitas mahasiswa, serta penyelenggaraan seminar, lokakarya, dan kegiatan ilmiah lainnya.
Pertemuan delegasi Unhas dan Hartford International University berlangsung di Kampus Unhas Jakarta, Jl. Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat pada Sabtu (22 Agustus 2026). Pertemuan ini dihadiri oleh Sherry L. Turner, Ph.D (President of Hartford International University for Religion and Peace, Prof. Dr. Hafid Abbas (Director of Center for Global Peace and Conflict Resolution), Phoebe Milliken (Director of Master Peacebuilding, Hartford International University for Religion and Peace).
Sementara Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, didampingi oleh Prof. Ir. Suharman Hamzah, S.T., M.T., Ph.D. (Eng.), HSE-Cert. (Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian), Dr. Ir. Syarif Burhanuddin, M.Eng. (Direktur Program Studi di Luar Kampus Utama Unhas Jakarta, dan Dr. Sawedi Muhammad, S.Sos, M.Sc (Direktur Komunikasi/Sekretariat Rektor Unhas).
Rektor Unhas menekankan pentingnya kolaborasi akademik dalam mempertemukan beragam perspektif untuk merespons tantangan global, dengan mengangkat berbagai kearifan lokal untuk perdamaian. Di tingkat lokal Sulawesi Selatan, terdapat beberapa nilai yang dapat disebarluaskan sebagai dasar filosofis perdamaian antarmanusia.
“Di Sulawesi Selatan, kami memiliki nilai Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi yang mengajarkan kami untuk saling menghormati, saling mengingatkan, serta menjunjung tinggi martabat manusia,” ujar Prof. Jamaluddin Jompa.
Nilai-nilai tersebut relevan dalam membangun hubungan di tengah keberagaman serta memperluas ruang kolaborasi lintas negara. Kerja sama Unhas dan Hartford International University diharapkan akan memperkuat hubungan kedua institusi, khususnya dalam pengembangan riset dan pembelajaran.
Presiden Hartford International University for Religion and Peace, Sheryl L. Turner, Ph.D., menyambut kolaborasi tersebut sebagai ruang untuk memperluas pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik antara kedua institusi.
“Kerja sama ini membuka peluang bagi kita untuk saling bertukar gagasan, mengembangkan penelitian, serta memperluas pembelajaran bersama. Kolaborasi seperti ini juga memungkinkan kita memahami berbagai persoalan dari perspektif dan pengalaman yang berbeda,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keberagaman Indonesia sebagai ruang kajian yang penting dalam pengembangan penelitian. Keragaman sosial, budaya, dan agama menghadirkan konteks yang relevan untuk mengkaji interaksi antarkelompok, dialog, serta berbagai pendekatan dalam pembangunan perdamaian.(*/aya)
Editor : Ishaq Rahman







