Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Dari Maros hingga Kampus: Kolaborasi Unhas dan University of Toronto Dorong Aksi Pengurangan Sampah Plastik 

MAROS- Persoalan sampah plastik di perairan membutuhkan penanganan yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga melibatkan masyarakat, pendidikan, dan kolaborasi lintas negara. Semangat tersebut tercermin dalam kunjungan mahasiswi University of Toronto, Kanada, Dipta, ke Desa Borimasunggu, Kabupaten Maros, pada Juni 2025.  

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sampah plastik sekaligus memperkuat kesadaran terhadap pentingnya menjaga ekosistem perairan. Inisiatif tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14: Life Below Water, yang mendorong upaya pengurangan pencemaran laut, termasuk sampah dan limbah plastik yang berasal dari aktivitas di daratan. 

Dipta merupakan mahasiswi Fakultas Kedokteran University of Toronto yang juga tergabung dalam Trash Team pimpinan Dr. Chelsea Rochman, Assistant Professor pada Department of Ecology and Evolutionary Biology University of Toronto.

Dalam kunjungannya, Dipta bersama Tim Trash Trap mengunjungi salah satu lokasi trash trap di Desa Borimasunggu. Kegiatan tersebut turut melibatkan pemerintah desa dan tim lokal yang selama ini terlibat dalam pengelolaan fasilitas penangkap sampah tersebut.

Di lokasi, tim lokal memperlihatkan mekanisme kerja trash trap dalam menangkap sampah yang terbawa aliran air sebelum berpotensi masuk ke wilayah perairan yang lebih luas. Dipta juga melihat secara langsung berbagai jenis sampah yang berhasil dikumpulkan.

Kepala Desa Borimasunggu dan masyarakat setempat turut berbagi pengalaman mengenai berbagai kegiatan yang telah dilakukan dalam mendukung pengelolaan sampah plastik di desa.

Bagi Dipta, kunjungan tersebut memberikan kesempatan untuk memahami bagaimana masyarakat dapat mengambil peran penting dalam menghadapi persoalan sampah dari tingkat lokal.

“Sangat menarik melihat bagaimana masyarakat lokal terlibat langsung dalam pengelolaan sampah. Trash trap bukan hanya menjadi sarana untuk menangkap sampah, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran dan kolaborasi bersama dalam menjaga lingkungan,” ujar Dipta dalam Bahasa Inggris.

Rangkaian kunjungan Dipta kemudian berlanjut ke Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin. Keterlibatan FIKP Unhas dalam kegiatan ini memberikan dimensi akademik yang lebih luas terhadap upaya penanganan sampah plastik.  

Mahasiswi mempresentasikan materi di depan kelas

Pertemuan tersebut juga membuka ruang diskusi mengenai bagaimana mahasiswa dan akademisi dapat mengambil peran dalam menghubungkan kegiatan ilmiah dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Bagi FIKP Unhas, isu sampah plastik tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut. Sampah yang berasal dari daratan dapat terbawa melalui sungai dan aliran air hingga akhirnya memasuki wilayah pesisir dan laut, sehingga upaya penanganannya membutuhkan pendekatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.(/*aya)

Editor:

Ishaq Rahman

Empat warga berpose di area pengelolaan sampah

Kelompok berdiskusi di teras tepi danau
.

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia