Soppeng – Memahami kesehatan masyarakat berarti memahami kehidupan masyarakat itu sendiri. Di Desa Tinco, Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) mulai menelusuri persoalan tersebut dari dekat. Melalui Praktik Belajar Lapangan I (PBL I), mahasiswa Posko 35 mengawali proses pemetaan kondisi kesehatan masyarakat dengan melibatkan pemerintah desa, kader kesehatan, dan warga dalam Seminar Awal yang digelar di Aula Kantor Desa Tinco, Kabupaten Soppeng, Rabu (16/7).
Seminar awal ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan setempat, termasuk perwakilan Kepala Desa yang diwakili oleh Bapak Marijaya Masi, jajaran staf desa, Kepala Dusun Tinco dan Lakiborong, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua Karang Taruna, kader Posyandu, serta masyarakat Desa Tinco.
Dalam sambutannya, Koordinator Desa Posko 35, Muhammad Hilmy Nur, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa di Desa Tinco bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan prioritas dan melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pelaksanaan kegiatan. Ia juga berharap adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat demi tercapainya tujuan bersama dalam peningkatan kesehatan.
Sementara itu, Kepala Desa Tinco yang diwakili oleh Bapak Marijaya Masi mengapresiasi kehadiran mahasiswa PBL I FKM Unhas. Beliau berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Dalam sambutannya, beliau juga menekankan pentingnya nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi ciri khas masyarakat desa, serta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung dan terlibat aktif dalam pelaksanaan kegiatan PBL I.
Pada kesempatan ini, mahasiswa memaparkan secara ringkas perbedaan antara PBL dan Kuliah Kerja Nyata (KKN), tujuan umum dan khusus kegiatan PBL, serta rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama dua minggu ke depan. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama masyarakat dan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga: Good Health and Well-Being. Melalui praktik langsung di masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu memahami permasalahan kesehatan secara nyata serta berkontribusi dalam merumuskan solusi yang aplikatif.
Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan salah satu program prioritas nasional dalam Asta Cita Presiden, yaitu “Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia”. Melalui proses pemetaan masalah kesehatan yang dilakukan secara partisipatif, mahasiswa turut mendorong terbentuknya data dan informasi yang akurat tentang kondisi kesehatan masyarakat. Pemetaan ini menjadi landasan penting dalam menyusun strategi pembangunan kesehatan yang berbasis kebutuhan riil masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan produktif.
Melalui PBL I ini, mahasiswa FKM Unhas tidak hanya diharapkan mampu mengasah kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat, serta berperan aktif dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah intervensi.
*Adapun pelaksana kegiatan terdiri dari delapan mahasiswa FKM Unhas :*
*Supervisor lapangan : Owildan Wisudawan B., SKM., M.Sc*
- Muhammad Hilmy Nur (Kesling)
- Mufidathul Asmi (Epidemiologi)
- Yusdalifa (PKIP), Nafi’ah (K3)
- Zhika Taswiah (K3)
- Ayu Amalia (AKK)
- Fatiyah Erica Dewi Baharuddin (AKK)
- Indira Salsabila (MRS)
Editor : Ishaq Rahman




