Jurnal ilmiah merupakan salah satu indikator perkembangan akademik Perguruan Tinggi. Dosen dan peneliti memiliki tanggungjawab mengembangkan tri darma, salah satunya dengan melaksanakan penelitian. Hasil penelitian ini perlu didiseminasikan kepada publik akademik lainnya melalui artikel yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah.
Universitas Hasanuddin saat ini memiliki 74 jurnal ilmiah. Sebanyak 70 jurnal diantaranya telah terindeks dalam Garba Rujukan Digital (Garuda) Ristekdikti. Selain itu, sebanyak 34 jurnal tersebut telah terakreditasi dalam Science and Technology Index (Sinta). Seluruh fakultas di Unhas memiliki minimal 1 jurnal terakreditasi.
Pada tahun 2019, Journal Forest and Society yang dikelola oleh Fakultas Kehutanan Unhas menjadi jurnal pertama di Kawasan Timur Indonesia yang berhasil lolos seleksi Contents Selection Advisory Board (CSAB) scopus. Dengan kata lain, Jurnal FS yang dikelola oleh Dr. Muh. Alif K. Sahide dan Micah R. Fischer sebagai Editor in Chief ini telah terindeks Scopus, yang menunjukkan kualitas tata kelola berskala global.
Saat kesempatan wawancara, Dekan Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Ir. Yusran, M. Si., IPU, menjelaskan bahwa keberhasilan Journal Forest and Society lolos dalam seleksi untuk terindeks Scopus ini mempunyai dampak signifikan terhadap upaya Unhas mencapai World Class University. Jurnal yang pertama kali diterbitkan pada 2017 ini sejak awal memang dipersiapkan untuk menjadi salah satu unggulan fakultas.
“Kami dukung penuh kebutuhan pengelola jurnal dan kita komunikasikan secara periodik. Saya sebagai pimpinan memberikan kebebasan berkarya dan berkreasi. Alhamdulillah hanya dalam waktu dua tahun jurnal ini berhasil terindeks Sinta 1,” kata Prof. Yusran.
Lebih lanjut, Prof Yusran mengatakan selama proses pengelolaan jurnal tersebut, Fakultas Kehutanan juga bersinergi dengan reviewer asing yang sudah memiliki jaringan di Scopus. Reviewer ini memberikan saran dan masukan untuk pengembangan jurnal ini.
Agar kehadiran Jurnal tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh dosen dosen Unhas, terutama Fakultas Kehutanan, Prof Yusran seringkali menyelenggarakan kegiatan workshop kepenulisan guna membimbing dosen-dosen dan sivitas akademika Fakultas Kehutanan agar menghasilkan tulisan yang layak dipublikasikan.
“Dosen kami disini memiliki semangat tinggi dalam menulis, sehingga itu kita manage dengan baik melalui workshop agar tulisan mereka benar benar sudah layak untuk terpublish,” sambung Prof Yusran.
Dalam mempersiapkan Journal Forest and Society tersebut, tidak ada kendala yang signifikan dirasakan oleh Fakultas Kehutanan Unhas.
“Praktis kendala sebenarnya tidak ada. Biasanya masalah-masalah teknis yang tidak terlalu menganggu, seperti internet atau server down. Tapi biasanya itu berlangsung temporer saja,” jelas Prof Yusran.
Di akhir wawancara, Prof Yusran berharap jurnal yang ada di Fakultas Kehutanan menjadi salah satu rujukan internasional, sekaligus bisa lebih bermanfaat untuk wadah penulis penulis yang ada di Unhas.(*)
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR




