MAKASSAR – Direktorat Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) membuka ruang bagi mahasiswa baru untuk mengembangkan bisnis melalui program bantuan wirausaha dan beasiswa. Program tersebut disosialisasikan dalam kegiatan yang berlangsung di Auditorium Prof. A. Amiruddin, Kampus Unhas Tamalanrea, Rabu (2/9/2026).
Sosialisasi dihadiri oleh Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H. (Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha), Prof. Dr. Ir. Suhasman, S.Hut., M.Si., IPM. (Direktur Kemahasiswaan Unhas), Prof. Ir. Muhammad Yusuf, S.Pt., Ph.D., IPU. (Direktur Hubungan Alumni Unhas), Muhammad Ramli Rahim, S.Si. (Bendahara Umum Pengurus Pusat IKA Unhas), serta Salahuddin Alam, S.S., M.Si (Direktur Eksekutif Pengurus Pusat IKA Unhas).
Prof. Amir Ilyas menyatakan kesiapan Unhas mendukung program bantuan wirausaha tersebut dengan membuka akses pasar bagi mahasiswa baru angkatan 2026 yang telah memiliki bisnis. Dukungan tersebut diharapkan memberikan ruang untuk memasarkan produk sekaligus mengembangkan bisnis yang telah dirintis.
“Kami siap mendukung program ini dengan membuka akses pasar bagi mahasiswa melalui Car Free Day Unhas setiap hari Minggu,” ujar Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H.
Sementara itu, Prof. Suhasman menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, kampus, dan alumni dalam membuka ruang pengembangan potensi mahasiswa sejak awal masa perkuliahan. Menurutnya, dukungan alumni menjadi bagian penting dalam menghadirkan kesempatan bagi mahasiswa yang membutuhkan sekaligus mendorong mereka untuk berkembang.
“Alumni menyentuh bagian yang paling membutuhkan, yaitu mahasiswa baru. Kami menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus IKA Unhas atas perhatiannya,” ujar Prof. Suhasman.
Salah satu program yang disosialisasikan adalah Akademi Wirausaha Unhas 2026. Program ini ditujukan bagi mahasiswa baru Unhas tahun 2026 yang ingin membangun bisnis selama menjalani perkuliahan, khususnya mahasiswa yatim dan yatim piatu yang memiliki minat dan potensi dalam bidang kewirausahaan.
Muhammad Ramli Rahim, S.Si. menjelaskan, pada tahap awal Akademi Wirausaha Unhas 2026 menyediakan kuota bagi 100 orang. Mahasiswa yang berminat mengikuti program terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan menyiapkan proposal bisnis yang memuat ide serta rencana bisnis yang akan dikembangkan.
Setelah menyiapkan proposal, peserta memilih kategori bantuan sesuai dengan kebutuhan dan skala bisnis yang diajukan. Terdapat tiga kategori bantuan, yaitu Bronze dengan nilai bantuan di bawah Rp5 juta, Silver sebesar Rp5 juta hingga Rp10 juta, dan Gold sebesar Rp10 juta hingga Rp15 juta. Jenis bisnis yang diajukan tidak dibatasi, sehingga mahasiswa dapat mengusulkan bisnis sesuai dengan minat, potensi, dan gagasan masing-masing.
Proposal yang telah diajukan selanjutnya akan melalui tahap seleksi. Peserta yang dinyatakan lolos akan memperoleh bantuan sesuai kategori yang dipilih, sekaligus mengikuti rangkaian pembinaan dan pendampingan untuk mengembangkan bisnis.
Dalam penyusunan proposal, mahasiswa diberikan keleluasaan karena tidak diwajibkan menggunakan format tertentu. Peserta dapat menyusun proposal dengan format masing-masing selama mampu menjelaskan ide dan rencana bisnis yang akan dijalankan.
Dukungan program tidak hanya berupa bantuan pendanaan. Peserta juga akan mendapatkan pelatihan keterampilan, pendampingan dasar, pengembangan bisnis, akses jejaring, perluasan pasar, serta penguatan inovasi dan teknologi.
Ramli juga mendorong mahasiswa untuk tidak perlu menunggu hingga menyelesaikan pendidikan jika ingin mulai berwirausaha.
“Jangan berpikir harus menunggu lulus untuk mulai berwirausaha. Saya sendiri sudah mulai berusaha sejak kelas IV SD. Melalui program ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memulai usaha sekaligus mendapatkan pembinaan dan pendampingan,” ujar Muhammad Ramli Rahim, S.Si.
Kolaborasi kampus dan alumni ini diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa baru, khususnya mahasiswa yatim dan yatim piatu, untuk mengembangkan potensi sejak dini, membangun kemandirian, dan memulai bisnis selama menempuh pendidikan di Unhas.(*/rmd)
Editor : Ishaq Rahman







