Sebanyak 710 mahasiswa Universitas Hasanuddin mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan. Kegiatan berlangsung secara virtual mulai Sabtu (20/06) sampai Minggu (21/06).
Di tengah pandemi Covid-19, KKN Profesi Kesehatan Unhas ke-59 tahun ini dijadwalkan akan berlangsung secara daring. Fokus program adalah pada pengendalian Covid-19 di Kota Makassar, dengan tema “Online Community Outreach Program”.
Koordinator Pelaksana KKN Profesi Kesehatan Unhas angkatan ke-59, Dr. Wahiduddin, SKM., M.Kes., memaparkan tema KKN dimaksudkan sebagai upaya terpadu mengatasi Covid-19. Program KKN Profesi Kesehatan ini akan melibatkan masyarakat melalui pendekatan keluarga secara online, mengorganisasi diri dalam membuat perencanaan dan tindakan secara kolektif untuk mengendalikan Covid-19 sesuai kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.
Sejak ditetapkan sebagai pandemi global pada 11 Maret 2020, Covid-19 telah menular di Indonesia dan Sulawesi Selatan. Hingga kini, Sulawesi Selatan bahkan masuk sebagai salah satu provinsi dengan jumlah kasus yang relatif besar.
“Kehadiran KKN Profesi Kesehatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk menurunkan laju penyebaran Covid-19, sehingg dapat semakin melandai,” jelas Wahiduddin.
Pemerintah Makassar terus aktif berupaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Kehadiran universitas dalam hal ini mahasiswa KKN Profesi Kesehatan merupakan salah satu mitra strategis kolaborasi dalam pengendalian Covid-19.
Mahasiswa KKN akan hadir secara virtual di tengah masyarakat untuk mengaplikasikan ilmunya, terutama secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat khususnya yang berkaitan dengan pandemi Covid-19.
Ketua Pelaksana KKN Profesi Kesehatan Unhas, dr. Irwin Aras, MEpid., M. Med. Ed., menjelaskan bahwa untuk tahun ini mahasiswa akan melakukan pendampingan pada 611 kepala keluarga di Kota Makassar. Program kerja tidak hanya terpaku dalam pengendalian Covid-19, tetapi program kesehatan lainnya sesuai kebutuhan keluarga yang didampingi, misalnya masalah gizi, masalah gigi, dan permasalahan kesehatan serta sanitasi lainnya.
“Tentunya mahasiswa akan memberikan edukasi-edukasi yang menarik berbasis media kepada masyarakat. Mahasiswa kita akan memberikan kontribusi positif dalam pengendalian Covid-19 di Makassar,” jelas Irwin.
Dalam pembekalan yang berlangsung dua hari tersebut, para peserta dibekali beberapa materi diantaranya Filosofi KKN dalam konteks Tri Dharma Perguruan Tinggi, Konsep dasar KKN Profesi Kesehatan, KKN Profesi Kesehatan sebagai wujud masyarakat maritim dan beberapa materi lainnya.
Usai pembekalan, rencananya mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas akan dilepaskan oleh Rektor Unhas dan diterima oleh Penjabat Walikota Makassar untuk memulai program kerjanya pada Selasa (23/06).(*/mir)
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR




