Universitas Hasanuddin melalui Career Center Direktorat Kemahasiswaan kembali menggelar kegiatan pengembangan kapasitas mahasiswa melalui Kelas Karir bertajuk “Menulis Policy Brief: Mendorong Kebijakan Berbasis Bukti”, yang dilaksanakan pada Rabu (6/5) di Arsjad Rasjid Lecture Theatre Unhas.
Kegiatan ini secara khusus menyasar pengurus organisasi kemahasiswaan (Ormawa), mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), hingga berbagai organisasi lainnya di lingkungan Unhas. Para peserta didorong untuk memperkuat kapasitas intelektual dan advokasi, khususnya dalam mengolah gagasan serta hasil kajian menjadi rekomendasi kebijakan yang berdampak.
Kelas karir ini menghadirkan Prof. Dr. Agussalim, SE., M.Si., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, sebagai narasumber, dengan moderator Adnan Kasogi, S.Si., M.Si.
Direktur Kemahasiswaan Unhas, Abdullah Sanusi, Ph.D., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kelas ini dirancang tidak hanya sebagai penguatan akademik, tetapi juga sebagai bekal karier bagi mahasiswa yang aktif di organisasi.
“Kami sengaja mengundang pengurus lembaga dan mengemasnya dalam kelas karir karena ada karir yang membutuhkan keterampilan ini. Kami berharap kelas ini dapat memberikan gambaran, apalagi narasumber kita memiliki pengalaman luas dalam pengambilan kebijakan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi besar karya ilmiah mahasiswa Unhas yang belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai dasar kebijakan.
“Setiap tahun di Unhas ada sekitar 10 ribu karya ilmiah. Dari jumlah itu, apa tidak ada yang bisa didorong menjadi kebijakan yang berdampak?” ungkap Abdullah.
Dalam pemaparannya, Prof. Agussalim menekankan bahwa policy brief merupakan bagian dari tradisi akademik yang memiliki dampak besar, meskipun saat ini masih kalah populer dibandingkan publikasi jurnal ilmiah.
Ia menjelaskan bahwa policy brief memiliki peran strategis karena secara langsung menyasar para pengambil kebijakan, sehingga dapat mendorong lahirnya kebijakan yang berbasis data dan fakta.
“Riset yang baik tapi tidak dikomunikasikan dengan baik, sama saja dengan riset yang tidak pernah dilakukan,” tegas Prof. Agussalim.
Lebih lanjut, ia memaparkan karakteristik umum pengambil kebijakan, di antaranya cenderung tidak menyukai tulisan yang terlalu ilmiah dan panjang, serta lebih menyukai tulisan yang ringkas, berbasis fakta, dan menawarkan rekomendasi yang praktis serta mudah diimplementasikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengurus Ormawa Unhas mampu meningkatkan kapasitas dalam mengolah hasil kajian dan aspirasi menjadi policy brief yang efektif, sehingga tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendorong kebijakan yang berdampak bagi masyarakat.(*/kmhs/fjr)
Editor : Ishaq Rahman







