Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

BSI Salurkan Beasiswa Rp250 Juta di Unhas, Perkuat Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Syariah

MAKASSAR – Di tengah pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia, tantangan yang dihadapi tidak lagi sekadar memperluas layanan, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghubungkan nilai-nilai syariah dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Investasi pada pendidikan menjadi salah satu strategi penting untuk melahirkan talenta yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan solusi yang aplikatif.

Komitmen tersebut diwujudkan PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui penyerahan bantuan beasiswa senilai Rp250 juta kepada Universitas Hasanuddin. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada mahasiswa yang membutuhkan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi unggul yang diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah Indonesia.

Selain menyerahkan beasiswa, BSI dan Unhas juga membahas penguatan kolaborasi dalam mendukung kemajuan ekonomi syariah nasional. Kedua institusi memandang bahwa pengembangan ekonomi syariah memerlukan sinergi yang erat antara dunia akademik dan industri agar mampu melahirkan riset, inovasi, serta sumber daya manusia yang adaptif terhadap dinamika perkembangan sektor keuangan syariah.

Komisaris Independen BSI, Felicitas Tallulembang, menjelaskan bahwa kerja sama yang telah terjalin dengan Unhas merupakan bagian dari komitmen BSI dalam memperkuat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pencetak talenta yang akan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi syariah di masa depan.

Dalam pandangan BSI, Unhas memiliki kekuatan dalam mengembangkan ekonomi syariah yang tidak berhenti pada tataran konseptual. Berbagai aktivitas akademik yang dijalankan mampu menghubungkan teori dengan praktik sehingga menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia industri maupun masyarakat.

“Kami melihat Unhas tidak hanya mengembangkan ekonomi syariah dari sisi teoritis, tetapi juga mendorong implementasinya secara lebih aplikatif. Semangat tersebut menjadi kekuatan besar dalam memajukan ekonomi syariah Indonesia,” jelas Felicitas.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa ekonomi syariah kini berkembang sebagai sistem yang semakin inklusif. Hal tersebut tercermin dari komposisi nasabah BSI yang tidak hanya berasal dari kalangan muslim. Sekitar 20 persen nasabah BSI merupakan nonmuslim yang memilih layanan BSI karena mengedepankan prinsip transparansi, tata kelola yang baik, serta nilai-nilai etika dalam pengelolaan keuangan.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ekonomi syariah telah menjadi sistem yang diterima oleh masyarakat luas, sehingga kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang kompeten akan terus meningkat.

Rektor Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BSI melalui dukungan beasiswa sekaligus komitmen memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekonomi syariah. Menurutnya, keberadaan Program Studi Ekonomi dan Bisnis Islam menjadi salah satu modal penting bagi Unhas untuk menghadirkan pendidikan ekonomi syariah yang lebih operasional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat maupun dunia industri.

Prof. JJ menegaskan, pengembangan ekonomi syariah tidak cukup dibangun melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan kompetensi profesional semata, tetapi juga harus ditopang oleh penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Karena itu, selain memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Unhas secara konsisten menyelenggarakan Gerakan Unhas Mengkaji dan Salat Berjamaah (GUMSB) sebagai bagian dari pembinaan karakter mahasiswa.

“Perpaduan antara kompetensi akademik, integritas, dan nilai spiritual merupakan landasan dalam melahirkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi bagi kemajuan ekonomi syariah Indonesia. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri harus terus diperkuat agar menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” jelas Prof. JJ.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, Unhas dan BSI berharap sinergi yang telah terjalin tidak berhenti pada pemberian beasiswa, tetapi berkembang ke berbagai bidang lain, seperti riset, inovasi, pengembangan talenta, serta peningkatan literasi ekonomi syariah. Dengan mempertemukan kekuatan perguruan tinggi dan industri, kedua institusi optimistis dapat melahirkan lebih banyak inovasi dan sumber daya manusia unggul yang mampu memperkuat daya saing ekonomi syariah Indonesia sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Penyerahan beasiswa dan pembahasan penguatan kolaborasi tersebut berlangsung dalam kunjungan jajaran Komisaris PT Bank Syariah Indonesia (BSI) yang dipimpin Komisaris Independen Felicitas Tallulembang dan diterima langsung oleh Rektor, di Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa (14/7). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah Indonesia. (*/mir)

Editor : Ishaq Rahman

bsi salurkan beasiswa rp250 juta di unhas, perkuat kolaborasi pengembangan ekonomi syariah (3)

Penyerahan bantuan beasiswa di Universitas Hasanuddin

bsi salurkan beasiswa rp250 juta di unhas, perkuat kolaborasi pengembangan ekonomi syariah (3)

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia