MAROS – Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui TRG Marine Plastic Research Group (MPRG) melakukan penelitian mengenai pergerakan sampah plastik dan kondisi hidrodinamika di Sungai Maros Baru, Desa Borimasunggu, Kabupaten Maros, pada Mei 2025.
Penelitian yang dipimpin Prof. Dr. Shinta Werorilangi, M.Sc. tersebut melibatkan tim peneliti TRG MPRG, termasuk dua mahasiswa program magister, serta tim lokal trash trap Desa Borimasunggu sebagai pendukung kegiatan di lapangan.

Lokasi penelitian merupakan area tempat pemasangan trash trap. Tim melakukan pengambilan data sampah makro, mikroplastik, serta kondisi hidrodinamika sungai untuk memahami hubungan antara pergerakan air dan pola distribusi sampah plastik.
Menurut Prof. Shinta, penelitian ini penting untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai perjalanan sampah plastik di lingkungan perairan.
“Kami ingin melihat bagaimana kondisi hidrodinamika sungai memengaruhi pergerakan sampah plastik. Pemahaman ini penting karena sungai dapat menjadi jalur transportasi sampah dari daratan menuju wilayah pesisir dan laut,” jelas Prof. Shinta. ‘
Data yang diperoleh diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman ilmiah mengenai persoalan sampah plastik, tetapi juga menjadi dasar dalam mengembangkan langkah penanganan yang lebih tepat. Salah satunya melalui evaluasi terhadap efektivitas trash trap dalam menangkap sampah sebelum terbawa lebih jauh ke ekosistem pesisir dan laut.
Dengan demikian, dampak penelitian ini diharapkan dapat melampaui kegiatan pengumpulan data. Hasil riset dapat menjadi pijakan bagi pengembangan strategi pengelolaan sampah berbasis bukti, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan perairan.
“Keberadaan trash trap perlu dilihat sebagai bagian dari upaya yang lebih besar. Melalui penelitian ini, kami ingin menghasilkan data yang dapat membantu memahami pola pergerakan sampah dan mendukung pengembangan solusi yang lebih efektif untuk mencegah sampah masuk ke perairan yang lebih luas,” ungkap Prof. Shinta.
Kegiatan penelitian ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 14: Life Below Water, khususnya melalui pengembangan basis ilmiah untuk memahami dan mengurangi potensi masuknya sampah plastik dari sistem sungai ke wilayah pesisir dan laut.
Melalui pengumpulan data sampah makro, mikroplastik, dan kondisi hidrodinamika sungai, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman mengenai pola transportasi dan distribusi sampah plastik di lingkungan perairan. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar dalam mengevaluasi efektivitas intervensi, termasuk keberadaan trash trap, sebagai upaya menahan sampah sebelum mencapai ekosistem perairan yang lebih luas.
Keterlibatan peneliti, mahasiswa, dan masyarakat lokal juga memperlihatkan pendekatan kolaboratif yang dikembangkan Unhas dalam penelitian lingkungan. Pendekatan tersebut menghubungkan proses pengumpulan data dan pengembangan pengetahuan ilmiah dengan kondisi serta kebutuhan yang dihadapi masyarakat di lapangan.
Bagi Unhas, penelitian di Sungai Maros Baru merupakan bagian dari pengembangan riset berbasis keberlanjutan yang tidak hanya berorientasi pada produksi pengetahuan, tetapi juga pada pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengembangan solusi terhadap persoalan lingkungan.
Melalui riset tentang dinamika sampah plastik dari sungai hingga kawasan pesisir dan laut, Unhas terus memperkuat kontribusinya dalam menghasilkan pengetahuan dan solusi berbasis bukti untuk mendukung perlindungan ekosistem perairan serta pencapaian pembangunan berkelanjutan.(*/aya)
Editor:
Ishaq Rahman





