BULUKUMBA – Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan 50 program pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Bulukumba melalui Pameran/Expo Program Pengabdian kepada Masyarakat Unhas (PPMU).
Program tersebut mencakup berbagai bidang, antara lain pertanian, perikanan, kelautan, pendidikan, kesehatan, serta pengembangan sumber daya manusia. Kegiatan ini merupakan wadah untuk memperkenalkan hasil riset, teknologi, dan kepakaran Unhas yang dapat diterapkan untuk mendukung pengembangan potensi daerah.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengatakan expo tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan konsep kampus berdampak dengan mendorong perguruan tinggi terlibat langsung dalam pembangunan daerah.
“Ini adalah pilot project bagaimana fungsi daerah berdasarkan potensi masing-masing. Potensi kita besar dan banyak, sehingga banyak jalan untuk hilirisasi,” ujar Prof. JJ saat membuka expo.
Menurut Prof. JJ, Bulukumba memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi berbasis sumber daya lokal, khususnya melalui sektor kelautan, perikanan, dan pertanian. Daerah ini sangat potensial untuk menumbuhkan agroindustri.
Prof. JJ juga meminta agar program pembinaan desa yang dilakukan Unhas di Bulukumba dapat berkelanjutan. Dukungan pemerintah daerah diperlukan agar pendampingan terhadap desa tidak berhenti setelah program pengabdian selesai.
“Kita harapkan pemerintah mendukung. Ini akan kita bina bersama Unhas, bukan hanya untuk momen ini, tetapi terus berlanjut,” ujar Prof. JJ.
Selain program pengabdian, Unhas juga merancang pengembangan pendidikan tinggi di Bulukumba melalui peluang multicampus dan program pascasarjana berbasis riset yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
“Semua ini berbasis riset. Kita juga punya rencana multicampus dan pascasarjana di Bulukumba,” tutur Prof. JJ.
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menyambut kolaborasi tersebut dan mengapresiasi kontribusi Unhas dalam memberikan kajian untuk mendukung pengembangan berbagai sektor di daerah.
“Kami mengapresiasi peran Unhas yang memberikan kajian-kajian untuk pengembangan berbagai sektor,” ujar Andi Muchtar.
Andi Muchtar mengatakan pembangunan daerah perlu diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, peningkatan aktivitas ekonomi akan memperkuat kemampuan daerah dalam mendukung sektor lain, termasuk pendidikan dan kesehatan.
Pemkab Bulukumba juga mendorong pemanfaatan lahan secara produktif melalui pengembangan berbagai tanaman dan komoditas bernilai ekonomi. Pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan dinilai memiliki peluang untuk diperkuat melalui kolaborasi dengan Unhas.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi daerah. Karena itu, Pemkab Bulukumba membuka ruang kerja sama dengan Unhas di berbagai bidang, termasuk pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, pendidikan, dan kesehatan.
Sebanyak 50 program yang dipamerkan dalam Expo PPMU menggambarkan luasnya bidang kepakaran Unhas yang dapat dikolaborasikan dengan pemerintah dan masyarakat. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pengabdian, tetapi dapat dikembangkan, direplikasi, dan diarahkan pada hilirisasi sesuai kebutuhan serta potensi daerah.
Pameran/Expo PPMU Unhas tersebut dibuka pada Senin, 31 Agustus 2026, di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. (*dhs)
Editor : Ishaq Rahman







