Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Amanat Ketua MWA: Unhas Menuju Good University Governance

Pada upacara Dies Natalis ke-63 Universitas Hasanuddin yang digelar pada Selasa, 10 September 2019, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA), Drs. Syarifuddin, M.Si, memaparkan strategi untuk mendorong Unhas sebagai World Class University (WCU).  Dihadapan lebih 2.000 undangan yang memadati Baruga A.P. Pettarani, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini menguraikan langkah-langkah yang sedang dipersiapkan untuk mewujudkan Unhas sebagai center of Excelence.
 
“Ada dua kekuatan universitas, yaitu melaksanakan pendidikan untuk melahirkan pekerja, dan pendidikan untuk membantu lulusannya menciptakan lapangan kerja baru.  Pada tahun 2050, menurut riset World Economic Forum, diperkirakan 150 juta penduduk dunia kehilangan pekerjaan, dan ada 450 juta pendudukan dunia yang bekerja di bidang baru,” kata Syafruddin dalam pidatonya.
 
Indonesia memiliki peluang internal memajukan pendidikan, antara lain dengan adanya Visi Indonesia Maju yang mendorong pengembangan sumber daya manusia melalui perluasan akses pendidikan, bonus demografi, kebijakan APBN, birokrasi, dan teknologi.  Peluang-peluang ini perlu disinergikan dengan peranan perguruan tinggi sebagai pusat unggulan atau center of excellence.
 
“Berkaitan hal tersebut, ada lima strategi yang dilakukan oleh MWA Unhas untuk mendorong Unhas sebagai World Class University,” kata Menteri yang akrab disapa Pak Syaf ini.
 
Strategi pertama adalah merampungkan roadmap humaniversity, dengan melakukan transformasi bertahap pada area-area kunci, yaitu: proses bisnis, penguatan kelembagaan dan SDM, penggunaan teknologi, budaya organisasi serta produk.
 
Sebagai implementasi strategi ini, MWA telah membahas dan menyetujui pembukaan 5 program studi jenjang S1, S2, dan S3. MWA juga telah membentuk 4 panitia ad-hoc untuk penyusunan peraturan, termasuk revisi Renstra Unhas. Dan yang terpenting adalah memfasilitasi kerja sama dengan BPKP untuk menyiapkan peraturan dan tata laksana Good University Governance.
 
“Saya mengapresiasi langkah kerja sama dengan BPKP ini. Penyusunan tata laksana GUG akan menjadikan Unhas sebagai organisasi modern yang transparan, akuntabel, efektif dan efisien,” kata Syafruddin.
 
Strategi kedua adalah Unhas harus enterpreneur, gesit, lincah, fokus dan akuntabel pada apa yang dipelajari mahasiswa.  Kita menyiapkan Unhas untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor privat, dan melanjutkan kerja sama dengan universitas luar negeri.
 
“Kita perlu membangun generasi baru Aparatur Sipil Negara yang mendominasi roda pemerintahan dengan kompetensi tinggi. Untuk itu kita melaksanakan kerja sama dengan Melbourne University dan Victoria University untuk bersama-sama Unhas mengembangkan kualitas ASN,” papar Syafruddin.
 
Strategi ketiga adalah mengevaluasi cara agar rekrutan mahasiswa terbaik menularkan pengalaman sebagai “lulusan yang bekerja sehat dan menjadi masyarakat global”.  Ini merupakan wujud universitas sebagai think-tank bagi pemerintah dalam melahirkan kebijakan publik.
 
“Implementasi strategi ketiga ini adalah melalui penciptaan iklim kehidupan kampus yang sehat, dinamis, penuh semangat, kegembiraan berkarya, berkreasi, berinovasi, toleran, dan menjunjung tinggi integritas akademik,” kata Syafruddin.
 
Strategi keempat adalah membangun desain transformasi ganda, yaitu “lulusan” yang mendorong perubahan pada organisasi privat dan publik menjadi lebih responsif, dan “teknologi” sebagai basis pertumbuhan dan kelincahan organisasi.
 
“Penelitian, pengajaran dan pendidikan teknik berbasis problem solving, kreativitas, dan kolaborasi.  Orientasinya adalah skillfuture universitas, yaitu mempersiapkan kebutuhan tenaga kerja sekarang dan masa mendatang. Ini sudah diterapkan oleh Singapura dan Korea Selatan,” jelas Syafruddin.
 
Strategi kelima adalah bersiap terhadap perubahan masa depan yang sangat cepat.  Berbagai fenomena baru, seperti artificial inteligence, analytcs, augmented, virtual reality, robotic telepresence, cyber defence adalah fenomena masa depan yang telah dimulai hari ini.
 
“Terobosan dan inovasi-inovasi tersebut diyakini akan memimpin pembelajaran era digital di universitas pada masa 20 tahun mendatang. Maka, kita semua, khususnya civitas akademik Universitas Hasanuddin, harus bersiap,” tegas Syafruddin.(*)
 
Editor: Ishaq Rahman

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia