Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Atasi Kesenjangan, Naikkan yang Kecil

Wapres M.Jusuf Kalla:

Masalah besar yang dihadapi bangsa ini adalah bagaimana dapat maju bersama dan mengurangi ketimpangan. Jika terjadi ketimpangan kian besar antara kaya dan miskin, suatu negara bisa goyah.

‘’Dalam masalah ideologis, bukan dengan cara menurunkan yang besar, melainkan bagaimana menaikkan yang kecil. Itulah salah satu cara mengatasi ketimpangan,’’ kata Wakil Presiden M.Jusuf Kalla (JK) ketika meletakkan batu pertama pembangunan Center of Micro Finance kerja sama Bank BRI dengan Universitas Hasanuddin di bekas gedung Lembaga Penerbitan Unhas (Lephas) dan meresmikan   Pusat Unggulan Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas, Senin (27/2).

Gedung berlantai dua itu, menurut Rektor Unhas Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A, memiliki luas 1.500 m2 dilengkapi laboratorium, gedung perkuliahan, mini theater dan ruang etalase produk ekonomi mikro. Di gedung ini juga terintegrasi sebagai pusat pendidikan, pelatihan, dan pendampingan.

Wapres JK mengatakan, untuk mengatasi masalah ekonomi bangsa  bagaimana para pengusaha kecil mendapat akses yang lebih baik. Mereka   yang kecil ini didorong meningkatkan pendapatan dan memperluas lapangan kerja yang kelak dapat menciptakan harmonisasi bangsa.

‘’Bagaimana para pengusaha kecil itu memperoleh akses mudah dan murah dan mendapatkan lapangan pekerjaan yang luas,’’ ujar JK didampingi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu, Dirut PT Bank BRI Asmawi Syam, Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Kapolda Sulsel dan sejumlah pejabat lainnya.

JK mengatakan, kalau mengelola satu bangsa yang penduduknya 5 juta tidak terlalu rumit. Tetapi mengelola negara dengan penduduk 250 juta jiwa seperti Indonesia memerlukan banyak pengusaha yang dapat memberikan pekerjaan kepada mereka. Salah satu syaratnya dengan pembiayaan yang baik dan itu bermula dari yang kecil.

Wapres juga menjelaskan, mengapa pusat micro finance dipilih di Sulawesi Selatan, itu berdasarkan pemikiran  bahwa suatu daerah harus memiliki kultur entrepreneurship (kewirausahaan) dan itu ada di Sulsel. Untuk menangani penduduk Indonesia sebanyak itu diperlukan banyak center,  tidak cukup hanya 10 center.   

Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan, ide awal berdirinya center of Micro Finance ini berdasarkan pemikiran perlu adanya lembaga sebagai program pendampingan dan pendidikan. Program ini juga sebagai bentuk kontribusi secara strategis terhadap upaya mendukung Program Nawa Cita Presiden, khususnya dalam pembangunan ekonomi kerakyatan.

Pengajar di center ini adalah para praktisi, Bank BRI, dan mitra Bank BRI yang sudah menjalin kerja sama dengan Harvard University. Pada tahun 2008, Unhas akan membuka program S-1 Keuangan Mikro. Sarjana yang dihasilkan akan didik secara khusus dalam bidang micro finance.

‘’Ini merupakan symbol terintegrasi kegiatan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pertama dilakukan di lembaga pendidikan tinggi,’’ ujar Dwia. (*).

  

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia