Sejumlah komponen masyarakat, komunitas maupun lembaga ambil bagian mendukung para tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan Covid-19. Salah satunya dengan menyalurkan donasi baik berupa Alat Pelindung Diri (APD), dana, maupun makanan.
Tim Satgas Covid-19 Unhas menerima bantuan dari Kantor Bea Cukai Makassar yang bekerja sama dengan Rumah Zakat, komunitas Bakulers Sholehah Peduli, Bina Antar Budaya Chapter Makassar, dan IDI cabang Makassar. Bantuan-bantuan tersebut dimaksudkan untuk mendukung kinerja aktivitas tenaga medis di RSPTN Unhas.
Pada Jum’at (8/5), Bina Antar Budaya chapter Makassar memberikan bantuan berupa 60 lembar masker kain dan 20 lembar gown coverall (APD) untuk tenaga medis. Organisasi non pemerintah yang merupakan mitra dari program pertukaran pelajar internasional (AFS Intercultural Program) ini menyerahkan bantuan melalui salah seorang pengurusnya, dr. Udin Malik.
Sementara itu, komunitas Bakulers Sholehah Peduli Makassar yang merupakan kelompok perempuan muslimah yang bergerak dalam bisa sosial kemasyarakatan, memberikan bantuan berupa 25 boto hand sanitizer, 2 liter alkohol, dan 29 pasang sarung tangan. Bantuan diserahkan oleh perwakilan komunitas ini, Endah Ciptaning, pada Jum’at (8/5).
Posko Induk Tim Satgas Covid-19 Unhas juga menerima bantuan 90 nasi kota yang disalurkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Makassar. Secara rutin, IDI Makassar memberi bantuan makanan untuk para dokter dan tenaga medis di RSPTN Unhas dan RS Wahidin Sudirohusodo, serta rumah sakit lainnya.
Juga ada bantuan dari Kantor Bea Cukai Makassar yang bekerja sama dengan Rumah Zakat menyalurkan sebanyak 25 lembar hazmat untuk tenaga medis. Bantuan ini diserahkan langsung ke Posko Induk Tim Satgas Covid-19 Unhas yang berlokasi di Lantai Dasar RSPTN Unhas.
Pj Posko Induk Satgas Covid-19 Unhas, Imam Nurjaya, menyampaikan terima kasih kepada para donatur. Tidak lupa pula beliau menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang memfasilitasi para donatur.
Imam Nurjaya berharap bantuan seperti ini menjadi contoh sekaligus pemantik bagi masyarakat lainnya sebagai bentuk gotong royong dalam memerangi wabah. Sehingga, wabah ini bisa segera berakhir.
“Insya Allah kami akan sampaikan kepada yang berhak sesuai keperluan dan digunakan seefektif mungkin. Tidak ada yang setara untuk membalas kebaikan semua donatur kecuali do’a kami dan rasa terimakasih kami,” kata Imam.(*/mir)
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR




