Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Catatan Akhir Tahun 2019 (Bagian 2 : Akreditasi Internasional)

Seluruh Fakultas di Unhas Memiliki Prodi Terakreditasi Internasional

Akreditasi internasional merupakan bagian dari upaya meningkatkan (scaling up) kapasitas Universitas Hasanuddin, sehingga dapat menghasilkan luaran berupa alumni, hasil penelitian dan hasil publikasi yang memiliki daya saing di tingkat global.  Untuk mencapai cita-cita tersebut, Unhas secara konsisten mempersiapkan program studi (prodi) yang telah siap untuk mengikuti proses akreditasi internasional.
 
Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah, PhD, menjelaskan bahwa hingga sepanjang tahun 2019, Unhas mengajukan 11 prodi jenjang S1 untuk mengikuti akreditas internasional. Seluruh prodi tersebut telah divisitas, namun baru 9 prodi yang hasil akreditasinya telah diumumkan.
 
“Sementara 2 prodi yang diusulkan untuk akreditasi ABET, yaitu Teknik Sipil dan Teknik Elektro, baru akan diterima hasilnya pada pertengahan 2020 mendatang. Hal ini disebabkan proses akreditasi oleh ABET memiliki standar yang sangat tinggi, dimana para asesor melakukan beberapa tahap sebelum menentukan hasil akreditasi,” kata Suharman.
 
Dengan hasil 9 prodi yang telah diumumkan akreditasinya, maka saat ini sebanyak 23 prodi S1 atau 36.67% dari seluruh prodi S1 di Unhas telah terakreditasi internasional.  Sebanyak 4 lembaga akreditasi internasional yang diikuti oleh Unhas, yaitu:
 
– AUN-QA (Asean University Network Quality Assurance), lembaga akreditasi yang berbasis di Thailand.
– ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik), merupakan lembaga akreditasi berbasis di Jerman.
– ABEST21 (The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, 21stCentury Organization), lembaga akreditasi yang berbasis di Tokyo, Jepang.
– ABET (Accrediation Board for Engineering and Technology), lembaga akreditasi berbasis di Amerika Serikat.
 
“Prodi yang telah terakreditasi internasional tersebut tersebar di seluruh fakultas, dimana setiap fakultas di Unhas minimal telah memiliki satu prodi yang terakreditasi internasional, beberapa ada yang sampai tiga prodi,” kata Suharman.
 
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP), Dr. Ir. Budi Prastawa, M.Sc, menjelaskan bahwa akreditas internasional memiliki karakter yang spesifik dalam kaitannya dengan budaya mutu.  Selain merupakan indikator kinerja yang dijanjikan Rektor kepada pemerintah, akreditasi internasional merupakan langkah yang ditempuh Unhas untuk mewujudkan World Class University.
 
“Banyak yang mengira kalau akreditas internasional itu hanya cukup memperbaiki fasilitas agar berstandar internasional. Itu keliru. Kalau hanya fasilitas, yang penting ada uang bisa diperbaiki.  Tapi yang paling menantang dari standar akreditas internasional adalah implementasi continous quality improvement atau penyempurnaan kualitas berkelanjutan.  Kuncinya adalah kesadaran dosen untuk memiliki standar internasional,” kata Budi.
 
Budi mencontohkan bagaimana capaian pembelajaran lulusan (CPL) pada setiap prodi itu dikelola.  Setiap dosen yang mengajar mata kuliah mengikuti CPL yang disepakati pada prodi tersebut.  Kemudian CPL tersebut perlu dievaluasi dan diukur secara reguler.
 
“Misalnya, berapa persen lulusan kita telah memenuhi CPL yang kita tetapkan. Jika hasil evaluasi ternyata masih rendah, itu perlu jadi masukan dan menjadi area untuk disempurnakan. Disitulah kunci dari akreditas internasional,” kata Budi.
 
Sepanjang tahun 2019, beberapa strategi telah diterapkan oleh LPMPP.  Pada tahap awal, LPMPP mengharuskan prodi yang akan diajukan harus telah terakreditas A nasional (BAN PT atau LAMPT-Kes).  Selain itu, ada komitmen dari pimpinan fakultas dan elemen-elemen di dalam prodi, terutama dosen-dosen untuk mengikuti akreditasi internasional.
 
“Kami di LPMPP kemudian akan melakukan pendampingan dengan membentuk satuan tugas (task force), baik di tingkat universitas maupun fakultas.  Kita mengawal terus prosesnya.  Apalagi Ibu Rektor betul-betul memberikan dukungan yang sangat serius.  Pendampingan ini bisa berlangsung sampai satu tahun. Jadi ini bukan proses instan,” kata Budi.
 
Tantangan ke depan yang dihadapi oleh prodi-prodi yang telah terakreditas internasional adalah bagaimana mempertahankan status akreditasi tersebut.  Seluruh lembaga akreditor memberi persyaratan bahwa ada dampak nyata dari status akreditasi internasional, misalnya ada peningkatan dalam kolaborasi internasional, kelas internasional, revisi reguler terhadap capaian pembelajaran, dan sebagainya.
 
“Ini yang akan kita fokuskan juga pada tahun mendatang, yaitu memonitor prodi yang telah terkareditasi internasional untuk memastikan ada kontribusi bagi pencapaian Unhas sebagai World Class University,” kata Budi.
 
Rincian Jumlah Prodi Unhas Terakreditas Internasional 2019
 
– AUN-QA: 17 prodi
– ASIIN: 4 prodi
– ABEST21: 2 prodi
– ABET: 2 prodi, menunggu hasil pada pertengahan 2020.
 
Rincian Jumlah Prodi Terakreditasi Internasional per Fakultas 2019
 
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 
1. Prodi Ilmu Ekonomi 
2. Prodi Magister Manajemen
3. Prodi Manajemen 
 
Fakultas Teknik, 
1. Prodi Teknik Sipil 
2. Prodi Teknik Geologi 
3. Prodi Teknik Arsitektur 
 
Fakultas Pertanian
1. Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan
2. Prodi Keteknikan Pertanian
3. Prodi Agribisnis
 
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
1. Prodi Ilmu Hubungan Internasional
2. Prodi Ilmu Komunikasi
 
Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan
1. Prodi Ilmu Kelautan
2. Prodi Budidaya Perairan
 
Fakultas Hukum: Prodi Ilmu Hukum
Fakultas Kedokteran: Prodi Pendidikan Dokter
Fakultas Ilmu Budaya: Prodi Arkeologi
Fakultas MIPA: Prodi Kimia
Fakultas Peternakan: Prodi Peternakan
Fakultas Kedokteran Gigi: Prodi Pendidikan Dokter Gigi
Fakultas Kesehatan Masyarakat: Prodi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kehutanan: Prodi Peternakan
Fakultas Farmasi: Prodi Farmasi
Fakultas Keperawatan: Prodi Ilmu Keperawatan(*)
 
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia