Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

FIB Unhas Gelar Seminar dan Talkshow Sejarah dan Kebudayaan Era Millenial

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Seminar dan Talkshow bertajuk "Relevansi Sejarah dan Kebudayaan di Era  Millenial". Kegiatan yang menjadi salah satu rangkaian menyambut Dies Natalis FIB Unhas ke – 59 berlangsung  di Aula Prof Matuladda, FIB Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Sabtu (07/12).
 
Kegiatan dibuka oleh Dekan FIB Unhas, Prof. Dr. Akin Duli, M.A. Dalam sambutannya, Prof Akin menyampaikan peran perguruan tinggi  dalam melestarikan sejarah dan kebudayaan Indonesia. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki andil dalam mempersiapkan sumber daya manusia bertanggung jawab dan mumpuni. Hal ini merupakan kewajiban perguruan tinggi sebagai penerus dalam melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya Indonesia yang begitu banyak. 
 
"Disini kami sudah membuka program S2 Arkeologi dan S2 sejarah. Kedepan, kita juga akan buat beberapa kajian kebudayaan sebagai bentuk gambaran kepada millenial tentang sejarah dan budaya Indonesia. Saya rasa ini menjadi salah satu peran penting dalam usaha pelestarian pengembangan dan pengelolaan peninggalan Indonesia dengan menghasilkan SDM berkualitas," jelas Prof Akin. 
 
Dr. Restu Gunawan, M. Hum (Direktur Kesenian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI) sebagai keynote speaker menyampaikan materi tentang "Kaum Millenial : Antara Objek dan Subjek Pemajuan Kebudayaan".
 
Dalam materinya, beliau menekankan pentingnya mengubah paradigma lama mengenai sejarah dan kebudayaan. Restu mengatakan, jika paradigma lama mengatakan kebudayaan adalah masa lalu yang hanya perlu dilestarikan merupakan salah satu paradigma yang perlu diubah. Menurutnya, saat ini kebanyakan masih sibuk pada pelestarian. Tanpa membuat sebuah aksi yang mengembangkan pelestarian itu menjadi hal yang mempunyai dampak positif pada masyarakat. 
 
"Sudah waktunya kita berbenah untuk konstektual sejarah. Kita perlu berpikir 10 tahun kedepan bagaimana sejarah dan Kebudayaan itu berkembang di era 4.0 dan ini perlu pemikiran bersama," jelas Restu. 
 
Kegiatan yang menghadirkan kurang lebih 100 peserta dari kalangan mahasiswa maupun dosen berlangsung hingga pukul 12.30 Wita.(*)
 
 Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia