Makassar– Pemahaman orang tua berperan penting dalam mendukung keputusan imunisasi anak. Informasi yang tepat mengenai manfaat imunisasi Human Papillomavirus (HPV) serta risiko penyakit akibat infeksi HPV menjadi bagian penting dalam membangun dukungan keluarga terhadap program imunisasi.
Atas dasar tersebut, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) melaksanakan kegiatan Edukasi Komunikasi Antarpribadi (KAP) untuk Imunisasi HPV bagi orang tua siswa sekolah dasar di Kota Makassar. Kegiatan berlangsung selama 22–26 Juli 2025 di tujuh sekolah dasar.
Tujuh sekolah tersebut meliputi SDN Unggul Monginsidi 1, SDN Monginsidi 2, SD Monginsidi 3, SDI Monginsidi, SDI Unggulan Toddopuli, SDI Toddopuli 1, dan SD Frater Bakti Luhur.
Kegiatan melibatkan fasilitator KAP dari lintas sektor, yakni Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, guru, serta dosen FKM Unhas. Kolaborasi tersebut mendukung penyampaian informasi kesehatan yang lebih terarah kepada orang tua dan memperkuat komunikasi antara lingkungan sekolah, keluarga, dan sektor kesehatan.
Dosen FKM Unhas, Dr. Nurzakiah, SKM., M.Kes., Dietisien, menjelaskan bahwa orang tua membutuhkan informasi yang akurat dan mudah dipahami untuk mendukung keputusan kesehatan bagi anak.
“Orang tua perlu memperoleh informasi yang benar dan mudah dipahami agar dapat mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang memadai. Komunikasi juga perlu memberi ruang bagi orang tua untuk menyampaikan pertanyaan dan kekhawatiran terkait imunisasi,” jelas Dr. Nurzakiah.
Edukasi Berbasis Komunikasi Antarpribadi
Kegiatan KAP dirancang dengan pendekatan komunikasi dua arah. Fasilitator menyampaikan informasi mengenai manfaat imunisasi HPV, kemudian membuka ruang diskusi bersama orang tua.
Pendekatan tersebut memberi kesempatan kepada orang tua untuk menyampaikan pertanyaan berdasarkan pemahaman dan pengalaman mereka. Fasilitator dapat merespons persoalan yang muncul dengan informasi kesehatan yang relevan.
Dr. Nurzakiah mengatakan komunikasi kesehatan perlu memperhatikan cara masyarakat menerima dan memahami suatu informasi.
“Ketika orang tua memahami manfaat imunisasi dan memiliki ruang untuk bertanya, mereka akan lebih siap memberikan dukungan kepada anak. Edukasi perlu membangun pemahaman sekaligus kepercayaan,” ujarnya.
Informasi mengenai imunisasi HPV juga diarahkan pada pemahaman mengenai pentingnya pencegahan infeksi HPV. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu orang tua memahami alasan imunisasi serta mendukung anak mengikuti imunisasi sesuai program yang berlaku.
Kolaborasi Lintas Sektor
Pelaksanaan edukasi melibatkan unsur pendidikan dan kesehatan. Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, guru, serta akademisi FKM Unhas berperan sebagai fasilitator dalam proses komunikasi dengan orang tua.
Kolaborasi lintas sektor diperlukan karena perlindungan kesehatan anak berkaitan erat dengan lingkungan keluarga, sekolah, dan layanan kesehatan. Sekolah memiliki ruang komunikasi yang dekat dengan orang tua, sementara tenaga kesehatan dan akademisi dapat memberikan penguatan informasi berdasarkan perspektif kesehatan masyarakat.
Keterlibatan FKM Unhas dalam kegiatan tersebut juga memberikan ruang penerapan keilmuan promosi kesehatan dan komunikasi kesehatan secara langsung di masyarakat. Mahasiswa, akademisi, dan mitra lintas sektor dapat melihat kebutuhan informasi orang tua sekaligus mengembangkan pendekatan edukasi yang sesuai dengan karakter sasaran.
Pelaksanaan kegiatan di tujuh sekolah selama satu pekan memperluas jangkauan edukasi kepada keluarga siswa di Kota Makassar. Setiap sesi diarahkan untuk membangun pemahaman mengenai manfaat imunisasi HPV serta pentingnya dukungan orang tua dalam keputusan kesehatan anak.
Mendukung SDGs Tujuan 3
Edukasi imunisasi HPV turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3: Good Health and Well-Being, terutama melalui upaya pencegahan penyakit dan penguatan literasi kesehatan masyarakat.
Bagi FKM Unhas, edukasi kesehatan berbasis komunikasi merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kemampuan masyarakat mengambil keputusan kesehatan berdasarkan informasi yang tepat.
Melalui kegiatan ini, orang tua memperoleh ruang untuk memahami imunisasi HPV, mendiskusikan pertanyaan yang mereka miliki, serta memperoleh informasi yang dapat mendukung mereka dalam memberikan dukungan kepada anak.
Kolaborasi FKM Unhas dengan sektor pendidikan, kesehatan, dan sekolah diharapkan terus memperkuat upaya promosi kesehatan berbasis masyarakat, khususnya dalam mendukung perlindungan kesehatan anak dan pencapaian tujuan pembangunan kesehatan.
Editor : Ishaq Rahman




