Soppeng — Masalah kesehatan di tingkat desa memiliki karakteristik yang berbeda di setiap wilayah. Karena itu, upaya meningkatkan kesehatan masyarakat membutuhkan pemahaman terhadap kondisi lokal, termasuk keterlibatan warga dalam mengenali persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Berangkat dari pendekatan tersebut, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) yang tergabung dalam Posko 35 Desa Tinco memulai proses pembelajaran lapangan dengan melibatkan pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat. Sebanyak delapan mahasiswa menjalani Praktik Belajar Lapangan I (PBL I) untuk memetakan kondisi dan mengidentifikasi masalah kesehatan prioritas di Desa Tinco, Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng.
Proses tersebut diawali melalui Seminar Awal yang mempertemukan mahasiswa dengan berbagai unsur masyarakat setempat. Forum ini menjadi ruang untuk menyampaikan rencana kegiatan sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai proses pengumpulan informasi dan pemetaan masalah kesehatan yang akan dilakukan selama pelaksanaan PBL I.
Koordinator Desa Posko 35, Muhammad Hilmy Nur, menjelaskan bahwa kegiatan lapangan dirancang untuk mengidentifikasi persoalan kesehatan berdasarkan kondisi yang ditemukan di masyarakat. Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam proses tersebut karena masyarakat memiliki pengalaman dan pengetahuan langsung mengenai persoalan yang dihadapi di lingkungannya.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membangun kolaborasi yang baik dengan pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat. Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk membantu kami memahami kondisi kesehatan serta mengidentifikasi masalah yang perlu mendapat perhatian,” ujar Hilmy.
Kepala Desa Tinco yang diwakili Marijaya Masi menyambut kehadiran mahasiswa FKM Unhas dan mengajak seluruh unsur masyarakat untuk mendukung pelaksanaan kegiatan selama mahasiswa berada di Desa Tinco. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar proses pemetaan kondisi kesehatan dapat memberikan gambaran yang sesuai dengan situasi di lapangan.
“Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa dari FKM Unhas. Kami berharap selama berada di Desa Tinco, mahasiswa dapat berinteraksi dan bekerja sama dengan masyarakat untuk melihat berbagai persoalan kesehatan yang ada. Masyarakat juga kami harapkan dapat memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan,” ujar Marijaya Masi.
Ia berharap kegiatan PBL I dapat memberikan manfaat, terutama dalam membantu masyarakat dan pemerintah desa memahami kondisi kesehatan di wilayahnya. Informasi yang diperoleh melalui proses tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan kesehatan masyarakat dan menjadi masukan dalam mendorong upaya peningkatan kesehatan di Desa Tinco.
Dalam seminar tersebut, mahasiswa turut memaparkan konsep PBL I, termasuk perbedaannya dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN), tujuan kegiatan, serta tahapan yang akan dilakukan selama dua minggu. Mahasiswa selanjutnya akan melakukan proses pengenalan wilayah dan pengumpulan informasi untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat.
Delapan mahasiswa yang terlibat berasal dari berbagai peminatan di FKM Unhas, meliputi Kesehatan Lingkungan, Epidemiologi, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, serta Manajemen Rumah Sakit. Kolaborasi lintas bidang ini memberikan perspektif yang lebih luas dalam melihat persoalan kesehatan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan turut didampingi supervisor lapangan Owildan Wisudawan B., SKM., M.Sc. Pendampingan diarahkan untuk memastikan proses pembelajaran lapangan berjalan secara sistematis, mulai dari identifikasi kondisi masyarakat hingga perumusan masalah kesehatan yang menjadi prioritas.
Sebanyak 30 peserta menghadiri Seminar Awal, yang terdiri atas unsur pemerintah desa, kepala dusun, Badan Permusyawaratan Desa, Karang Taruna, kader Posyandu, dan masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperkuat pendekatan kolaboratif dalam memahami persoalan kesehatan di tingkat komunitas.
Melalui PBL I, mahasiswa tidak sekadar menerapkan pengetahuan akademik dalam situasi nyata. Mereka juga belajar membaca persoalan kesehatan dari konteks sosial, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat. Data dan informasi yang diperoleh selama proses pemetaan diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas masalah serta menyusun langkah intervensi yang relevan dengan kondisi Desa Tinco.
Kegiatan PBL I Posko 35 FKM Unhas diawali dengan Seminar Awal yang berlangsung di Aula Kantor Desa Tinco, Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng, Rabu (16/7/2025). Kegiatan ini mendukung penguatan pembangunan kesehatan berbasis masyarakat serta sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Editor : Ishaq Rahman




