Universitas Hasanuddin kembali menggelar acara Penerimaan Jabatan Guru Besar atau Profesor dari Fakultas Peternakan. Acara ini berlangsung pada pukul 09.00 WITA di Ruang Senat, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea, Makassar, Senin (16/09).
Prosesi Pengukuhan dihadiri oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Aries Tina Pulubuhu, MA., beserta jajarannya, Ketua, Sekretaris dan Anggota Senat Akademik Unhas, Dewan Profesor dan sejumlah pimpinan fakultas serta beberapa tamu undangan.
Dua guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Ir. Sitti Nurani Sirajuddin, S.PT., M.Si., sebagai profesor dalam bidang Ilmu Perencanaan Pembangunan Peternakan di Fakultas Peternakan Unhas. Beliau lahir dan dibesarkan di Barru dan saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumberdaya Fakultas Peternakan Unhas.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Budiman, MP., merupakan professor dalam bidang Ilmu Tanaman Pakan di Fakultas Peternakan Unhas. Prof Budiman lahir dan dibesarkan di Kabupaten Enrekang dan saat ini merupakan sebagai dosen tetap Fakultas Peternakan.
Dalam sambutannya, Prof Dwia menyebutkan bahwa Unhas menjadi perguruan Tinggi di Indonesia yang mempunyai Guru Besar Terbanyak. Beliau berharap, dengan banyaknya jumlah Guru Besar yang ada di Unhas, maka kontribusi kepada masyarakat bisa semakin dimaksimalkan.
“Unhas sangat produktif, bulan September ini saja sudah tercatat 16 profesor yang akan dikukuhkan. Satu sisi, dengan jumlah guru besar terbanyak maka tantangannya semakin besar. Kami pengelola Unhas berharap jumlah yang besar juga disertakan dengan kualitas dan kontribusi yang tinggi kepada masyarakat, bangsa dan negara,” jelas Prof Dwia.
Rektor Unhas menambahkan bahwa bidang keahlian dua guru besar yang dikukuhkan hari ini merupakan bidang ilmu yang sedang dibutuhkan oleh bangsa dan negara.
“Jika kita berbicara mengenai harapan pemerintah salah satunya mengurangi impor daging sapi, maka kita butuh ahli bidang peternakan seperti dua guru besar kita,” tambah Prof Dwia.
Prof. Dr. Ir. Sitti Nurani Sirajuddin
Prof. Dr. Ir. Sitti Nurani Sirajuddin sebagai guru besar ke 391 dalam pidatonya yang menjelaskan terkait “Strategi Peningkatan Kapasitas Peternak Pada Sistem Kemitraan Bagi Hasil Dalam Mendukung Pembangunan Peternak di Indonesia”.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof Nurani menyebutkan bahwa peningkatan kapasitas peternak pada sistem kemitraan dengan memperhatikan bargaining position (posisi tawar) akan meningkatkan pendapatan peternak. Selain itu, strategi peningkatan kapasitas peternak pada sistem kemitraan bagi hasil dengan memperhatikan batas jurisdiksi, property right dan aturan representasi.
“Untuk meningkatkan posisi tawar peternak sebaiknya sebelum penandatanganan kontrak baik sistem kemitraan unggas maupun sistem kemitraan sapi potong peternak yang akan bermitra ikut dilibatkan. Selain itu, perlu ada aturan repsentasi penentuan siapa yang berhak berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya, misalnya biaya biaya yang dikeluarkan oleh peternak maupun pemodal,” jelas Prof Sitti.
Prof. Dr. Ir. Budiman, MP
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Budiman, MP., yang merupakan guru besar ke 392 menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Pemanfaatan Biological Nitrogen Fixation (BNF) Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Padang Penggembalaan”.
Dalam ceramahnya, Prof. Budiman menjelaskan ada tiga point yang bisa dijadikan rujukan yakni fiksasi nitrogen secara biologis merupakan sumber hara nitrogen yang sangat penting dalam sistem pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Selain itu, besarnya sumbangan tanaman legum pakan terhadap ketersediaan N tanah berkisar antara 34 sampai 584 kg N per hektar per tahun dan menghasilkan pertambahan berat badan sapi potong sebesar 120 kg/ha/tahun serta penggunaan pupuk kimia/sintetis yang berlebihan telah banyak menyebabkan kerusakan lingkungan sehingga pada masa yang akan datang teknologi BNF perlu lebih diintensifkan dalam sistem pertanian.
“Proses BNF merupakan bagian dari siklus nitrogen yang terjadi secara alamiah. Siklus nitrogen menjelaskan bagaimana nitrogen mengalir dari atmosfer ke bumi. Keunikan dari siklus nitrogen inilah yang jika diubah menjadi senyawa dapat digunakan atau dimanfaatkan oleh tumbuhan dan hewan,” jelas Prof Budiman.
Rapat Paripurna Senat akademik dalam rangka Penerimaan Jabatan Guru Besar atau Profesor yang berlangsung hikmat berakhir pada pukul 11.00 WITA.(*)
Editor : Ishaq Rahman




