Tim Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) 09 Fakultas Teknik Unhas yang sukses mendaki gunung tertinggi kedua di dunia,Aconcagua, di Argentina, Senin (20/2) diterima kembali oleh Rektor Unhas Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. di Ruang Lembaga Kajian Pendidikan dan Pengajaran (LKPP) Unhas. Ketiga mahasiswa itu, Haryadi (Koordinator Tim), M.Yusuf, dan Basri
Prestasi yang dicapai Haryadi, Muh.Yusuf, dan Basri menaklukkan gunung setinggi 6.962 m atau 22.840 kaki di atas permukaan laut itu merupakan suatu kebanggaan bagi Universitas Hasanuddin, dan juga bagi Indonesia Timur dan Indonesia pada umumnya.
‘’Prestasi kalian ini merupakan kebanggaan bagi lembaga, namun ke depan perlu dipersiapkan sematang mungkin,’’ ujar Dwia Aries Tina Pulubuhu didampingi Kasdim 1408/BS Letkol Arh. Nur Sabekhi yang mewakili Pangdam VII Wirabuana, Kepala Biro Kemahasiswaan Unhas Supriyadi, Ketua Mapala 09 Teknik, Wakil Dekan III Fakultas Teknik Unhas Dr.Daeng Paroka, ST, MT, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Unhas, para orangtua Mapala yang baru kembali, dan sejumlah mahasiswa.
Menurut Rektor Unhas, banyak cara mengungkapkan nasionalisme, salah satu di antaranya dengan mengibarkan bendera Merah Putih di salah satu gunung tertinggi di dunia, Aconcagua yang dilakukan anggota Mapala Teknik Unhas, Setiap mahasiswa Unhas dapat melakukan kegiatan dan mengungkapkan kecintaan kepada tanah air melalui bidang minat dan bakatnya masing-masing, Itu akan menjadi nilai lebih bagi para mahasiswa selain keahlian di bidang ilmunya masing-masing yang tentu saja tidak diragukan.
‘’Selain semangat mengembangkan bakat, minat, dan hobi, juga harus mengembangkan kemampuan dalam nalar,’’ ujar Dwia.
Dwia mengatakan, menaklukkan gunung tertinggi di Pegunungan Andes itu, bukan hal yang mudah. Oleh sebab itu, para peserta Mapala Teknik Unhas segera mengungkapkan rasa syukur sembari melakukan evaluasi untuk perbaikan kegiatan serupa pada masa mendatang.
Pangdam VII Wirabuana diwakili Kasdim Letkol Arh. Nur Sabekhi menyampaikan selamat kepada tim pendaki gunung Unhas tersebut, karena mendaki gunung tertinggi di dunia bukan keputusan yang mudah. Mereka sudah mempersiapkan diri selama tujuh tujuh bulan, lima bulan di antaranya digunakan berlatih.
‘’Saat berangkat, mereka sempat pamitan pada Pangdam VII Wirabuana yang diwakili Kasdam VII,’’ ujar Nur Sabekhi.
Sambutan serupa disampaikan Ketua Mapala Teknik Unhas, Ketua Senat Mahasiswa FT Unhas, Kepala Biro Kemahasiswaan, dan penyampaian kesan-kesan anggota Mapala yang disampaikan Haryadi. (*).




