Majelis Wali Amanah (MWA) termasuk salah satu dari tiga organ Unhas dalam organisasi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) sesuai Peraturan Pemerintah tahun 2015. Dua organ PTN BH Unhas lain adalah senat akademik dan Rektor.
Selasa (26/7) MWA pertama kali menggelar rapat hampir lengkap. Tiga struktur lengkap, Ketua, Wakil Ketua, dan Sekretaris MWA, yakni Basri Hasanuddin, Asmawi Syam, dan Andi Pangerang Moenta, hadir. Ad ajuga komisi audit, yakni Idrus A.Paturtusi.
Basri Hasanuddin ketika membuka rapat di Gedung Rektorat Unhas mengatakan, organ yang dipimpinnya, hingga saat ini sudah merampungkan tiga agenda, yakni, organisasi tatalaksana (OTK), mekanisme hubungan dengan organ Unhas lainnya, dan membentuk komisi audit.
‘’Kita akan rapat lagi guna melengkapi peraturan-peraturan yang diperlukan,’’ kata Ketua MWA Unhas Prof.Dr.Basri Hasanuddin, M.A. didampingi Wakil Ketua MWA Asmawi Syam dan Sekretaris MWA Prof.Dr.Andi Pangerang Moenta, S.H., M.H. dalam rapat MWA di Kampus Unhas, Selasa (26/7).
Rapat dihadiri anggota MWA lain, Prof. Dr.dr.Idrus A.Paturusi, Prof.Drg. Mansyur Natsir, Ph.D, Prof.Dr.Ir.Anshar Suyuti, Prof.Dr.Natsir Djide, Drs,Mukmin, M.Si.Ak, Drs.Ahmad, M.Si serta Ketua Senat Akademik Unhas Prof.Dr.Tahir Kasnawi, S.U.
Ke depan yang perlu dibahas MWA, kata Basri Hasanuddin, adalah masalah internal dan aset-aset Unhas yang dilaksanakan dalam suatu rapat kerja. Agenda lain kunjungan ke UI dan UGM, dua perguruan tinggi yang sudah lebih dulu menerapkan organisasi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) sebagai bahan perbandingan.
Wakil Ketua MWA Unhas Asmawi Syam menekankan yang pertama dilakukan adalah menginventarisasi aset Unhas untuk generate (menghasilkan) income. Apakah ada sumber daya alam nature based yang bisa digarap untuk investor. Kedua, ketersediaan human resoruces (sumber daya manusia) yang memiliki skill resources based, yang kelak dapat membawa bendera Unhas.
‘’Bendera Unhas berkibar saja dengan segmen pasar di bagian timur. Juga bisa masuk kepada capital resources based dengan cara membeli obligasi,’’ kata Asmawi Syam yang juga Dirut Bank BRI tersebut, (*).




