Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Peringati Hari Pahlawan ke-74, Civitas Akademik Unhas Gelar Upacara Bendera

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November, segenap civitas akademik Universitas Hasanuddin menyelenggarakan upacara bendera sebagai bentuk penghargaan kepada para pahlawan. Upacara hari pahlawan dengan tema “Aku Pahlawan Masa Kini” berlangsung pada pukul 07.30 Wita di lapangan Basket Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Senin (11/11).
 
Upacara Hari Pahlawan kali ini dihadiri oleh Rektor Unhas, para Wakil Rektor dan Sekretaris Universitas, dekan di lingkup Unhas, Senat Akademik, Majelis Wali Amanat, Dewan Guru Besar, para Direktur, Kepala Biro, dan seluruh dosen serta tenaga kependidikan di lingkup Unhas.
 
Pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Unhas (Prof. dr. Budu. Ph.D., Sp.M (K)) bertindak sebagai pembina upacara. Prof. Budu membacakan amanat hari pahlawan dari Menteri Sosial Republik Indonesia.
 
Dalam pidato yang dibacakan Prof Budu, Mensos RI menjelaskan bahwa setiap Hari Pahlawan, bangsa Indonesia diingatkan kembali kepada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam merebut Kemerdekaan Indonesia. Pada pertempuran tersebut, rakyat bersatu padu, berjuang, pantang menyerah melawan penjajah yang ingin menancapkan kembali kekuasaannya di Indonesia. 
 
 
Amanat Mensos RI yang dibacakan oleh Prof Budu menegaskan kemerdekaan saat ini  tidaklah datang begitu saja. Namun, memerlukan perjuangan dan pengorbanan dari para pendahulu negeri. Semangat yang ditunjukkan para pahlawan dan pejuang tersebut hendaknya terus ditumbuhkan dalam hati sanubari segenap insan warga negara Indonesia.
 
Hari pahlawan ke-74 tahun dengan tema “Aku Pahlawan Masa Kini” dimaksudkan untuk membagkitkan semangat berinovasi bagi anak-anak bangsa. Menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapapun warga negara Indonesia, misalnya dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, seperti menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainya.
 
 
“Jika dahulu semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta bahkan nyawa. Sekarang untuk menjadi pahlawan, bukan hanya mereka yang berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah, kita juga bisa, dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, membawa harum nama bangsa di mata Internasional,” demikian kutipan amanat Mensos yang dibacakan Prof Budu.
 
Peringatan Hari Pahlawan menjadi pengingat untuk selalu menjaga keutuhan NKRI yang telah dibangun oleh para pendahulu dengan tetesan darah dan dan air mata. Jangan biarkan tangan tangan jahil yang tidak bertanggung jawab merusak persatuan bangsa.
 
Upacara peringatan Hari Pahlawan ke-74 yang diselenggarakan oleh Unhas berlangsung hingga pukul 09.00 Wita.(*)
 
Editor : Ishaq Rahman

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia