Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang ke-48, segenap civitas akademik Universitas Hasanuddin menyelenggarakan upacara bendera sebagai bentuk apresiasi pada seluruh anggota KORPRI di Indonesia. Upacara berlangsung pada pukul 07.30 Wita di lapangan Basket Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Jumat(29/11).
Upacara ini dihadiri oleh Para Wakil Rektor dan Sekretaris Universitas, dekan di lingkup Unhas, Senat Akademik, Majelis Wali Amanat, Dewan Guru Besar, para Direktur, Kepala Biro, dan seluruh dosen serta tenaga kependidikan lingkup Unhas.
Pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unhas (Prof. Dr. Armin Arsyad, M.Si) bertindak sebagai pembina upacara. Prof. Armin membacakan sambutan tertulis dari Presiden RI, Bapak Joko Widodo.
Dalam pidato yang dibacakan Prof Armin, Presiden RI menjelaskan bahwa saat ini dunia mengalami perubahan yang sangat cepat, dan tentu berbeda dengan beberapa puluh tahun lalu. Revolusi industri 4.0 telah mendisrupsi segala kehidupan, bukan hanya cara dalam berkomunikasi tapi juga cara mengelola pemerintahan.

"Persaingan antarnegara semakin sengit dalam berebut teknologi, pasar, dan talenta-talenta hebat yang digunakan untuk memajukan negara," kata Presiden.
Lebih lanjut, pidato sambutan Presiden RI yang dibacakan Prof Armin menjelaskan bahwa perubahan dan persaingan yang terjadi harus dihadapi dengan cara-cara yang baru, terobosan baru, kecepatan, kreativitas dan inovatif. Saat ini, cara lama yang monoton dan tidak kompetitif harus ditinggalkan.
"Saya mengajak seluruh anggota KORPRI untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi pola pikir lama. Tidak ada lagi kerja linear, dan kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah dan membangun nilai nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan segala perubahan, pelayanan yang ruwet, berbelit belit dan menyulitkan rakyat harus dipangkas, " demikian kutipan sambutan Presiden RI dibacakan Prof Armin.
Presiden RI menegaskan, orientasi birokrasi harus benar-benar berubah, bukan lagi berorientasi pada prosedur, tapi lebih kepada hasil yang nyata. Dengan kemajuan teknologi, cara kerja birokrasi juga harus berubah. Inovasi teknologi harus bisa mempermudah, bukan mempersulit pekerjaan.

Kemajuan teknologi adalah instrumen untuk mempercepat penyelesaian masalah. Masalah saat ini harus diselesaikan dengan smart shortcut yang lebih cepat, efisien dan memberikan dampak yang luas.
Upacara hari ulang tahun KORPRI menjadi pengingat bahwa Indonesia adalah negara yang besar. Negara dengan 17 ribu pulau, dengan agama, suku, budaya dan bahasa daerah yang beragam. Indonesia adalah negara berbhineka tunggal ika, keberagaman yang diikat dengan Persatuan.
Olehnya itu, persatuan ini harus dijaga dan dirawat bersama sama. Anggota KORPRI harus menjadi garda terdepan dalam merajut persatuan, menjaga tali persaudaraan sebagai satu saudara se-bangsa dan se-tanah air.
Upacara hari ulang tahun KORPRI ke-48 yang diselenggarakan Unhas berlangsung hingga pukul 09.00 Wita.(*)
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR




