Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Perkuat Penjaminan Mutu, Unhas Kick Off Persiapan Akreditasi Unggul 2028–2032

*MAKASSAR* —Menjelang persiapan akreditasi periode 2028–2032, Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat sistem penjaminan mutu dengan memastikan setiap indikator kinerja program studi dan fakultas didukung data yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan.

Langkah tersebut dilakukan menjelang berakhirnya masa berlaku akreditasi Unhas pada Desember 2027. Persiapan sejak dini diperlukan karena proses akreditasi mencakup rangkaian pengumpulan data, evaluasi, penyusunan dokumen, hingga pembuktian capaian kinerja institusi. Kesiapan akreditasi tidak dapat dibangun ketika masa berlaku akreditasi mendekati akhir, tetapi bagian dari proses penjaminan mutu yang berlangsung secara berkelanjutan.

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, menekankan pentingnya memastikan seluruh program studi memiliki kesiapan dalam mengelola masa berlaku akreditasinya. Pemantauan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari sistem pengendalian mutu agar proses akreditasi dapat dipersiapkan tepat waktu.

“Monitoring masa berlaku akreditasi selalu kami lakukan. Kami menyampaikan pengingat kepada dekan untuk diteruskan kepada program studi agar proses akreditasi tidak sampai terlewat,” jelas Prof. JJ.

Dalam kerangka penjaminan mutu, salah satu aspek penting proses akreditasi adalah data yang valid dan dapat diverifikasi. Kata Prof. JJ, setiap indikator kinerja yang dilaporkan perlu memiliki bukti pendukung yang relevan, sehingga dokumen akreditasi dapat menggambarkan kondisi institusi secara administratif, sekaligus menunjukkan capaian dan proses perbaikan mutu.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Unhas, Prof. Rini Rachmawaty, S.Kep., Ns., MN., Ph.D., menjelaskan dokumen perencanaan universitas dan program studi harus memiliki fungsi yang lebih jauh daripada sekadar memenuhi persyaratan administratif.

Menurutnya, rencana strategis perlu menunjukkan arah pengembangan yang jelas, terukur, dan dapat dievaluasi. Hal tersebut mencakup berbagai bidang utama perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

“Penguatan mutu juga mencakup aspek yang bersentuhan langsung dengan proses pendidikan, seperti ketersediaan dan kompetensi dosen, rasio dosen dan mahasiswa, sarana dan prasarana, laboratorium, proses pembelajaran, hingga luaran pendidikan. Seluruh komponen tersebut saling berkaitan dan perlu dikelola secara terpadu oleh fakultas dan program studi,” jelas Prof. Rini.

Dalam konteks ini, kata Prof. Rini, akreditasi dapat dipandang sebagai cermin yang memperlihatkan konsistensi antara apa yang direncanakan institusi, apa yang dilaksanakan, dan apa yang dihasilkan. Semakin kuat keterhubungan ketiga aspek tersebut, semakin kuat pula dasar institusi dalam menunjukkan kinerja dan keberlanjutan mutunya.

Prof. Rini menilai berbagai tantangan dalam proses akreditasi perlu dihadapi melalui kolaborasi lintas unit. Status Unhas sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) memberikan ruang bagi universitas untuk mengembangkan kebijakan dan strategi pengelolaan yang lebih adaptif sesuai kebutuhan institusi.

“Pendekatan kolaboratif merupakan bagian penting, karena pencapaian status Terakreditasi Unggul tidak hanya bergantung pada satu unit kerja. Kinerja institusi merupakan akumulasi dari proses yang berlangsung di berbagai lini, termasuk program studi sebagai unit yang secara langsung menyelenggarakan pendidikan dan menghasilkan lulusan,” jelas Prof. Rini.

Karena itu, persiapan menuju akreditasi unggul 2028–2032 diarahkan untuk memperkuat sistem yang mampu menghasilkan data secara konsisten, mendokumentasikan proses secara baik, serta menggunakan hasil pengukuran sebagai dasar pengambilan keputusan. Dengan pendekatan tersebut, data akreditasi tidak berhenti sebagai arsip, tetapi menjadi sumber informasi untuk membaca kinerja dan menentukan arah pengembangan institusi.

Upaya tersebut dibahas dalam Kick Off Penyusunan Dokumen Akreditasi Perguruan Tinggi untuk Perolehan Status Terakreditasi Unggul, yang diselenggarakan oleh LPMPP Unhas sebagai langkah awal menyatukan pemahaman dan memperkuat koordinasi seluruh unsur pimpinan dalam menghadapi proses akreditasi. Kegiatan berlangsung di Aula LPMPP Unhas, Rabu (12/08). (*/cal/mir)

Editor : Ishaq Rahman

Peserta menghadiri rapat di ruang konferensi

Pemateri mempresentasikan monitoring akreditasi di ruang rapat

Peserta rapat duduk di ruang konferensi dengan laptop

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia