Berita Terbaru

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Rektor Unhas dan Dubes RI untuk Uzbekistan Bahas Kolaborasi Universitas Antarnegara

Universitas Hasanuddin menyambut tantangan Pemerintah Indonesia yang mendorong universitas di Indonesia untuk melakukan dan mengembangkan kerja sama dengan universitas di luar negeri. Uzbekistan adalah negara yang dulunya merupakan bagian dari Uni Soviet, memiliki sistem pendidikan yang sangat baik dan layak untuk menjadi destinasi belajar. 
 
Negara yang berada di Asia Tengah ini berbatasan dengan 5 negara daratan: Kazakhstan di utara, Kyrgyzstan di timur laut, Tajikistan di tenggara, Afghanistan di selatan serta Tukmenistan di barat daya.  
 
Kamis malam (14/11/2019, waktu Tashkent), Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA bersama pimpinan fakultas serta Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi (Rektor Unhas 2006-2014) diterima oleh Duta Besar Indonesia untuk Republik Uzbekistan merangkap Republik Kyrgyzstan (Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd).
 
Dubes Sunaryo didampingi oleh pejabat fungsi penerangan dan sosial budaya, fungsi konsuler dan beberapa staf.  Turut hadir dalam acara ini adalah Rektor Institut Teknologi Bandung (Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA) dan Wakil Bupati Banggai (Mustar Labolo) yang bersama dengan Unhas berkunjung ke Uzbekistan.
 
Rektor Unhas menyampaikan keinginan Unhas untuk meningkatkan kapasitas international exposure dosen dan mahasiswa Unhas melalui kerjasama dengan Universitas di Uzbekistan seperti Tashkent State University of Economics, Bukhara State University dan lainnya. 
 
“Kami bermaksud melaksanakan program kerja sama dengan kampus di Uzbekistan melalui program pendidikan, penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kegiatan akademik lainnya.  Dalam bidang pendidikan, kami ingin menjajaki double degree dan kelas internasional,” kata Prof. Dwia.
 
Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan dan Kyrgyzstan, Sunaryo Kartadinata, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, universitas di Uzbekistan memiliki banyak program studi unggulan termasuk pariwisata, ekonomi, dan pendidikan Islam yang tentunya akan banyak diminati oleh mahasiswa asal Indonesia. 
 
“KBRI Tashkent tentunya akan mendukung dan memberikan fasilitas dalam menjembatani pelaksanaan kerjasama ini,” kata Dubes Sunaryo.
 
Acara yang berlangsung hangat di saat cuaca yang mulai dingin di Kota Tashkent diwarnai canda tawa diantara para peserta yang hadir. Dikemas dengan suasana santai dengan jamuan makan malam berlangsung di Wisma Indonesia di Kota Tashkent. Tempat tinggal Duta Besar ini menjadi saksi bagaimana guyubnya warga Indonesia jika bertemu di luar negeri. Pada bagian acara dilakukan pertukaran cinderahati dan foto bersama. 
 
Direktur Komunikasi, Suharman Hamzah, Ph.D menjelaskan bahwa kunjungan pimpinan Unhas ke Uzbekistan merupakan langkah strategis untuk mendorong internasionalisasi kampus terbaik di luar Pulau Jawa ini.  
 
“Unhas menggandeng mitra-mitra dari berbagai negara dan berbagai latar institusi. Upaya ini secara massif dilakukan dengan harapan akan berdampak pada peningkatan jejaring kelembagaan Unhas serta berujung pada peningkatan reputasi dan rekognisi internasional Unhas,” kata Suharman.(*)
 
Editor : Ishaq Rahman

Berita terkait :

Share berita :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

This post is also available in: Indonesia