Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, didampingi Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Baharuddin, melakukan penanaman perdana benih padi pada Center of Excellence (CoE). Benih padi unggulan ini merupakan hasil kerjasama riset antara Fakultas Pertanian dan pihak Taiwan. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 09.00 Wita di lahan samping Gedung Teaching Industry Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Rabu (02/10).
Penanaman benih padi pada CoE ini dilakukan pada “research and demonstation area” yang telah selesai digarap oleh Fakultas Pertanian. Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Baharuddin menjelaskan bahwa lokasi penanaman padi dikembangkan menjadi lahan percontohan dan praktikum mahasiswa, khususnya mahasiswa Pertanian Unhas. Selain itu, lahan padi ini rencananya juga akan menjadi salah satu wisata edukasi bagi mahasiswa secara khusus dan masyarakat secara umum.
“Ini sudah kita persiapkan sejak tahun lalu. Lahan sawah ini adalah lahan pertama Fakultas Pertanian di dalam kampus. Kami berencana akan mengubah lahan ini yang bukan hanya ditanami padi, tapi juga beberapa tanaman lain seperti kakao. Kita juga akan membangun gazebo untuk mendukung wisata edukasi. Jadi, nanti rapat atau kegiatan outdoor Unhas bisa dilakukan di sini,” kata Prof. Baharuddin.

Sebelum melakukan penanaman perdana bibit padi pada CoE ini, Rektor Unhas meninjau area sekitar untuk mengetahui kondisi lahan yang akan ditanami, serta meninjau kelayakan bagi tanaman pendukung selain padi. Dalam peninjauan ini, Dekan Fakultas Pertanian menjelaskan rencana pengelolaan lahan yang akan dilakukan.
Rektor Unhas menyambut antusias dan memberi dukungan terhadap gagasan tersebut. Menurut Prof. Dwia, rekan-rekan di Fakultas Pertanian yang mempunyai keahlian dalam bidang ini, sehingga untuk substansi riset dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada para pakar.
“Kerjakan saja dulu. Ini lahan yang cukup luas, nanti kita lihat kedepannya seperti apa. Saya tentu mendukung rencana yang akan dilakukan. Karena ini salah satu upaya untuk memberdayakan lahan kosong menjadi lebih bermanfaat,” jelas Prof Dwia.(*)

Editor : Ishaq Rahman




