Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kualitas Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di lingkup FISIP Unhas. Acara yang berlangsung pada Sabtu (7/12) di Hotel Harper Jl. Perintis Kemerdekaan ini diikuti oleh mahasiswa peserta PKM dan dosen pembimbing dari seluruh program studi di lingkup FISIP Unhas.
Fasilitas dan Tim Pendamping PKM FISIP Unhas, Aswin Baharuddin, menyebutkan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan proposal mahasiswa yang telah diterima untuk mengikuti PKM 2020. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dari sisi kuantitas memang terdapat penurunan jumlah proposal PKM di upload oleh mahasiswa FISIP.
“Tahun lalu kita mengupload 97 proposal PKM. Tahun ini sebenarnya targetnya adalah 10 proposal setiap program studi. Namun, jumlah proposal yang berhasil upload sebanyak 60 proposal. Meskipun dari sisi kuantitas menurun, namun dari sisi kualitas kita harapkan ada peningkatan. Untuk itulah kita mengadakan pendampingan ini, sehingga mahasiswa dan dosen pembimbing dapat saling berdiskusi untuk memperkuat konten proposal,” kata Aswin yang juga merupakan dosen Program Studi Hubungan Internasional ini.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama FISIP Unhas, Dr. Hasrullah, MA, mengatakan bahwa dirinya berharap tahun ini prestasi mahasiswa FISIP melalui PKM yang akan diuji saat PIMNAS nantinya akan meningkat. Dirinya mengakui bahwa tahun lalu memang prestasinya belum memuaskan, karena beliau belum mengetahui secara mendetail karakter dari program ini.
“Waktu PIMNAS yang lalu, saya terus terang cemburu dengan kampus lain yang menjadi nominasi pada hampir setiap kategori. Belajar dari pengalaman itu, saya menilai mahasiswa kita sebenarnya memiliki kemampuan inovasi yang tinggi, mereka memiliki kreativitas yang tidak diragukan. Namun, kita lemah dalam mengolah konten kreatif itu menjadi naskah yang mudah dipahami,” kata Hasrullah.
Beliau mengatakan bahwa di kampus-kampus yang selalu tampil sebagai juara, peran dosen pendamping sangat strategis. Dosen-dosen pendamping itu terlibat dalam proses sejak awal.
“Itulah yang sekarang ini ingin kita terapkan. Bahkan menurut saya, kompetisi PKM dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional itu sebenarnya mengukur juga reputasi dosen pendamping,” kata Hasrullah memberi motivasi.
Workshop yang dihadiri oleh mahasiswa dan dosen pendamping dari tujuh program studi di lingkungan FISIP Unhas ini selanjutnya diisi dengan pemaparan dan pendampingan yang dibawakan oleh tim fasilitator FISIP. Ketua tim fasilitator, Ismail, mengatakan bahwa pada tahap awal, pendampingan difokuskan pada penguatan konten. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pengisian template proposal.
Kegiatan ini akan berlangsung hingga Minggu (8/12).(*)
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR




