Kepala Biro Administrasi Umum Drs. Andi Darwin, dalam rakor melaporkan permohonan alih status asset Unhas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) dengan nilai kotor Rp 3,8 triliun dan nilai netto Rp 3,3 triliun. Termasuk dalam pengalihan asset ini adalah sertifikat tanah dengan RSUP Wahidin Sudirohusodo yang sudah dikirim ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulsel yang masih menunggu balasan.
Andi Darwin juga mengimbau seluruh fakultas segera menginventarisasi data dan barang yang ada di unit kerja masing-masing.
‘’Masalah sapi yang ‘jalan-jalan’ di kampus, ikut menjadi trending topic beberapa hari terakhir ini. Termasuk kasus ada oknum keamanan yang kerap mancing di danau kampus yang sudah diterbitkan surat keputusan pelarangan memancinng di danau Unhas tersebut,’’ sebut Andi Darwin.
Masalah kebersihan juga disinggung. Yang jadi masalah, perbatasan dua fakultas kondisinya kotor. Pasalnya, kedua fakultas merasa bukan tanggungjawabnya membersihkan lingkungan di perbatasan itu.
Sekretaris Universitas Nasaruddin Salam menambahkan, tenaga pendidikan (rendik) yang melamar ke Jepang tercatat 15 orang, termasuk yang nonpegawai negeri sipil. Kuota pengiriman tendik ke Jepang 6 orang. (*).




