Universitas Hasanuddin bersama dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) melakukan wisuda kepada 10 mahasiswa program Beasiswa Tahfidz. Wisuda ini berlangsung pada pukul 13.00 WITA di Aula LPMPP Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Senin (30/09).
Turut hadir dalam kegiatan, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan (Prof.Dr. Ir. Muh. Restu,MP), Direktur IZI (Wildhan Dewayana), Ketua Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (Prof. Dr. Budu, Ph.D., Sp.M), Kepala Perwakilan IZI Sulawesi Selatan (Arman, S.Kep), beberapa dekan fakultas, tamu undangan dan orangtua mahasiswa.
Dalam sambutannya, Prof Restu mewakili pimpinan Universitas menjelaskan bahwa Unhas sangat mendukung program-program yang mengarah kepada pembentukan insan yang cendekia dan berkarakter. Unhas berharap tidak hanya menghasilkan mahasiswa yang memiliki nilai akademik tinggi, akan tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual.
“Ibu Rektor sangat memberikan perhatian kepada program-program seperti ini. Karena hal ini memberikan ilmu lebih kepada mahasiswa yang mana kita harapkan kedepan mereka bisa menjadi generasi penerus yang berkarakter dan memiliki tanggung jawab lebih kepada masyarakat,” jelas Prof Restu.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) Unhas yang juga merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Unhas, Prof. Dr. Budu, Ph.D., Sp.M., menambahkan terkait perhatian dan komitmen yang dimiliki oleh Unhas untuk membentuk mahasiswa berkarakter.
“Di Unhas kita memiliki agenda tiap pekan yakni Gerakan Unhas Mengaji dan Sholat Berjamaah (GUMSB). Ini merupakan salah satu perhatian Unhas untuk memfasilitasi mahasiswa belajar agama. Setiap fakultas mempunyai musholla bahkan masjid sebagai sarana ibadah dan tempat kegiatan-kegiatan pembinaan spiritual. Kita berharap anak-anak yang hari ini diwisuda bisa bergabung dalam agenda rutin tersebut, untuk menjadi contoh teladan kepada yang lainnya,” kata Prof Budu.
Direktur IZI, Wildhan Dewayana menjelaskan bahwa Beasiswa Mahasiswa Tahfidz merupakan salah satu program “IZI to smart” yang memberdayakan dana zakat dibidang pendidikan. Program ini bertujuan menghasilkan insan cendekia yang tidak hanya pandai dalam segi intelektual, tapi pandai dalam segi keagamaan.
“Kami mulai dari tahun 2017 dengan jumlah mahasiswa sebanyak 70 orang, kemudian dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Untuk tahun ini, kita sudah menerima 120 lebih peserta yang tersebar dibeberapa wilayah. Saat ini banyak penghafal Quran yang tidak berasal dari pesantren, untuk itu kami hadir memberikan wadah kepada mereka mengenal Al-Quran lebih dekat. Program beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu dengan tujuan untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan tingkat Perguruan Tinggi. Tidak lupa pula ucapan terima kasih kepada Unhas atas dukungan dan bantuan yang diberikan selama ini untuk mengawal apa yang dilakukan,” jelas Wildhan.
Prosesi wisuda yang diakhiri dengan prosesi penghormatan oleh mahasiswa kepada orangtua dan dilanjutkan dengan foto bersama berakhir pada pukul 15.00 WITA.(*)
Editor : Ishaq Rahman




