Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) mengelar The 1st International Conference on Nutrition and Public Health (ICNPH). Konferensi pertama ini mengambil tema “Accelerating Stunting Reduction Through the First 1000-Days of Life Intervention in Response to Environmental Challenges”.
Tema ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Unhas terkait masalah stunting yang merupakan isu kesehatan penting. ICNPH berlangsung di Ballroom Hotel Claro Makassar, pada Jumat (02/08), sejak pukul 09.00 WITA.
Kegiatan Ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerjasama (Prof. Dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D), Dekan FKM (Dr. Aminuddin Syam, SKM., M.Kes), Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas (Pungkas Bahruji Ali. STP., M.Si., Ph.D), Direktur Kesehatan Lingkungan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Republik Indonesia (Dr. Imran Agus Nurali, SP.KO).
Konferensi ini menghadirkan pakar gizi dan kesehatan yang memiliki kompetensi di bidangnya, antara lain: Prof. Soekirman, SKM., MPS-ID., Ph.D (yang dikenal sebagai pakar gizi dan nutrisi) dan Prof.Dr.dr.Abdul Razak Thaha,M.Sc..,Sp.GK (pakar gizi Unhas). Turut hadir pula Ir. Herwin Yatim, MM (Bupati Banggai) sebagai invited speaker.
Pembicara asing yang hadir adalah Dr. Marie Long, MD dan Dr.Neil E.Forsberg dari Global Nutrition Empowerment, Amerika Serikat, serta Prof.Geoffrey Marks, M.Sc, Ph.D. dari University of Queensland, Australia.
Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr.Imran Agus Nurali, SP.KO, yang mewakili Menteri Kesehatan. Sebelum membuka kegiatan secara resmi, beliau memberikan gambaran singkat terkait stunting yang saat ini menjadi isu dalam bidang kesehatan.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kerjasama dalam sambutannya mewakili Rektor Unhas mengapresiasi konferensi ini. Beliau berharap, kegiatan ini bisa menjadi forum yang memberikan banyak informasi dan pengetahuan baru terkait stunting.
“Stunting saat ini menjadi salah satu hal yang menjadi isu kesehatan di Indonesia, kurangnya pemahaman menjadikan masalah ini dianggap biasa. Olehnya itu, di forum ini kita bisa bersama mengetahui terkait stunting,” kata Prof. Nasrum.
Ketua Panitia Konferensi, Rahayu Indriasari, Ph.D, menjelaskan bahwa jumlah stunting di Indonesia berdasarkan data yang ada mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Stunting yang dianggap biasa bagi masyarakat Asia, apalagi Indonesia, pada dasarnya merupakan suatu hal yang kompleks. Stunting bukan hanya persoalan ukuran tubuh, tetapi mempengaruhi kecerdasan dan rentan terhadap penyakit degeneratif.
Sebagai perguruan tinggi, ada tanggung jawab dan kepedulian tinggi untuk membantu pemerintah dalam mengurangi masalah stunting di Indonesia. Salah satu bentuk kepedulian untuk mengurangi masalah stunting, maka forum ICNPH yang baru pertama kali digelar ini mengangkat masalah tersebut.
“Kita berharap konferensi ini setidaknya bisa meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai stunting, adanya kolaborasi bukan hanya perguruan tinggi, atau tenaga kesehatan, tapi seluruh elemen masyarakat. Karena penyebab stunting ini banyak, bukan hanya dari faktor kehamilan, tetapi faktor lingkungan juga. Makanya kami juga mengundang bukan hanya dari tenaga medis,” kata Rahayu.
The 1st ICNPH dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta, dan rencananya berlangsung hingga Sabtu, 3 Agustus.(*)
Editor : Ishaq Rahman




